Kira dan Aris masih terengah-engah setelah menghadapi pasukan tengkorak es, mereka juga sudah kelelahan.
Tiba-tiba terdengar dentuman keras yang mengguncang tanah bersalju.
“Suara apa apa itu?!”Aris Penasaran.
Dari arah kabut muncul tengkorak es lebih besar dari sebelumnya. Tubuhnya menakutkan, dengan pasukan tengkorak kecil di sekitarnya.
“ Alamakk!” kata Kira sambil mundur.
Mereka sudah kelelahan menghadapi banyak tengkorak sebelumnya. Namun tepat saat tengkorak raksasa itu melangkah maju, laki-laki dan perempuan yang ada di tv tiba tiba datang ke kami.
“Cepat! Ikuti kami!” teriak laki-laki itu sambil mengalihkan perhatian tengkorak raksasa.
Kira dan Aris langsung berlari di belakang dengan mereka berdua.
“Terima kasih…” kata Kira sambil menarik napas.
“Tidak masalah! Lari dulu, fokus selamatkan diri kalian!” jawab perempuan.
Setelah beberapa menit berlari, mereka akhirnya sampai di tempat anak dari Ratu Es. Anak itu terlihat ketakutan, tapi aman di sana.
“Cepat! Kita harus membebaskan Ratu Es!” seru anak laki-laki itu, menunjuk ke balok es raksasa yang menahannya.
Kira dan Aris menatap balok es raksasa yang menahan Ratu Es.
“Gimana kita bisa membebaskannya?” tanya Kira.
“Gak ada alat disini…” kata Aris.
“Cukup bantu aku dorong es ini!” kata anak laki-laki itu.
Kira mengangguk. “Oke.”
“Cepat! Mereka bisa datang kapan saja!” kata anak laki-laki itu.
Kira menekan es. “Sedikit lagi!”
“Dorong lebih kuat!” teriak Aris.
“Jangan berhenti!” kata anak laki-laki itu.
Retakan di es semakin melebar. Balok es berguncang pelan. Pasukan tengkorak masih mengintai dari jauh.
“Hampir selesai!” seru anak laki-laki itu.
Mereka tahu: harus berhasil sebelum musuh menyerang lagi.
Retakan di balok es semakin besar. Es pecah perlahan, menimbulkan suara gemeretak.
“Lihat!” seru anak laki-laki itu. “Ratu es mulai bergerak!”
Kira menatap Ratu Es yang perlahan membuka matanya.
“Dia… hidup lagi!”
“Sedikit lagi… dorong!” teriak anak laki-laki itu.
Balok es akhirnya pecah sebagian. Ratu Es keluar setengah tubuhnya, matanya menatap tajam ke arah pasukan tengkorak yang masih mengintai. Balok es akhirnya pecah. Ratu Es bangkit, tubuhnya dikelilingi aura dingin yang bikin udara semakin menusuk. Namun tiba-tiba Raja Tengkorak muncul dari jauh, lebih besar dan menakutkan dari pasukan biasa. Dentuman setiap langkahnya bikin tanah es retak.
Ratu Es berdiri tegap, menatap Raja Tengkorak.