Liontin Karma

Aeireen Luma
Chapter #1

Antara cinta dan Iman

_____________

Liontin Karma

_____________


"1..2..3.."

Seorang wanita berusia 25 tahun, Anna, dengan gaya anggun, siap diabadikan di depan kamera. Ia adalah seorang wanita blasteran Turki yang memulai karir modelingnya sejak usia yang masih belia. Kini, Anna telah tumbuh menjadi wanita dewasa dengan bulu mata lentik dan lesung pipi yang mempesona seperti seorang putri kerajaan.


Anna tersenyum manis, menyambut cahaya kilat kamera dengan bibir bervolumenya yang memikat.

*****

"Ciee, senyum-senyum sendiri terus."

Maaya, sahabat dekat Anna sekaligus kru pemotretan selalu senang menggoda Anna yang tengah dimabuk asmara.


Anna tersenyum sipu malu-malu tidak bisa menanggapi celotehan Maaya yang terus meledekinya.


"Biar aku tebak. Sekarang kamu sama Rio pasti udah jadian buat ngedate."

"Iyaa, kan?" Tunjuk Maaya tersenyum menggoda.


"Hehe."


"Yaudah, buruan sana pergi."


"Gapapa. Aku mau bantu kamu beres beres, Maay."


"Serius, gapapa?"


Anna mengangguk sembari tersenyum menggandeng Maaya untuk segera membereskan properti pemotretan.


***

"Mas Rio!" seru Anna saat mendekati pria berkulit gelap yang tampak rapi dalam setelan jas hitamnya.


"Hei," sambut Rio berdiri tegak.


"Maaf, Mas, aku terlambat. Hari ini banyak sesi pemotretan," terang Anna, mencoba menutupi rasa tidak enaknya.


"It's okay, aku juga baru selesai dengan pekerjaanku," jawab Rio dengan nada santai.


"Mas, ada apa ngajak ketemuan mendadak begini?" Tanya Anna dengan rasa penasaran yang memuncak.


Ngg..." Rio mengajak Anna untuk duduk terlebih dahulu dan memesan secangkir kopi.

"Sebenernya..." Pria berhidung mancung itu terlihat bingung dalam menyusun kalimatnya.


"Ada apa, Mas?"

"Mas, gak minta putus kan?" Tanya Anna dengan raut panik.


Jujur, Anna belum siap jika hubungannya dengan Rio harus berakhir begitu saja saat ia masih mencintai pria berwajah manis tersebut.


"Ngga, ngga!! Bukan itu kok!" Ucap Rio sambil mengibaskan tangannya.

"Beneran, aku gak mungkin mutusin kamu."

"Kamu tenang aja," terang Rio.


"Syukurlah... Aku takut banget."


"Takut kenapa?" Tanya Rio menggoda Anna.


"Mas~~ aku serius! Kamu ngapain ngajakin aku ketemuan?"


*berdeham* "Ngg... sebenernya aku punya niatan buat ngelamar kamu," ungkap Rio, dengan tatapan lembut yang membuat hati Anna berdebar kencang.


"Ka-kamu serius, Mas?"


"Yaa... kita kan pacaran udah cukup lama."

"Iya, aku tahu, aku bukan siapa-siapa dibandingin sama karirmu yang cemerlang. Aku cuma dari keluarga bawah tapi..."

"....tapi aku yakin penghasilanku sebagai influencer, Insya Allah, cukup buat menafkahi keluarga kecil kita nanti."


Anna memberikan senyum lembut sambil menggenggam tangan Rio.


"Aku gak pernah permasalahin soal materi, Mas."

Lihat selengkapnya