Langit berpayung sendu seraya menyimpan kesedihan berselimut awan teduh. Sendunya langit menggerayangi semesta, namun terbendung dalam relung kelopak dua mata indah.
Kepastian janji semesta langit pasti akan tertepati setelah terbalut sedih teduh. Dia akan selalu memberikan terang dan cerah selalu membayar kepastain janji langit.
Tapi tidak pada wajah sendu tendu menahan beban linangan berkaca-kaca dua mata seraya mengajak memerah, namun tertahan rintik deraian hujan air mata. Hanya diam terduduk, sekali-kali dua tangannya mengajak bermandikan air sejuk yang tersekat kolam sepanjang aliran.
Terduduk ditengah perahu gondola, perahu air atau mirip dengan perahu kuno asli Italia yang dikendarai dengan cara mendayung. Harusnya hati larut dalam kebahagian tenggelam dalam suasana merasakan klasik indahnya Little Venice, berlatar belakang miniatur Kota Italia.
Keindahan Little Venice, masih dalam kawasan Kota Bunga Bogor tentu tidak lepas dari berbagai keunikan yang membuatnya berbeda dan lebih sangat menarik.
Miniatur Kota Venesia adalah ikon dari tempat wisata terkenal di Kota Bogor. Berbagai bangunan khas Belanda, Jepang, serta berbagai negara Asia berjajar disekitar telaga yang bisa disusuri dengan perahu gondola. Bangunan Kota Venesia sebenarnya villa yang disewakan pada wisatawan Kota Bunga, tapi sudah terbuka untuk wisata.
Seraya senyuman terbayar mahal terungkap dari wajah berparas cantik Putri, padahal sejak dari tadi Raihan selalu melempar jaring umpan senyuman. Sedangkan pendayung lelaki setengah baya berdiri diujung perahu gondola berpakaian khas Italia, dia selalu mengumbar senyum sepanjang aliran sungai.
"Putri?" mungkin Raihan tidak enak hati sejak dari tadi cuman dirinya saja menikmati keindahan Little Venice.
Hanya senyuman pelit pada Raihan terduduk disamping gadis yang sejak lama di sukainya itu. Tapi hanya tatapan mengarah kedepan perahu gondola yang ada didepan terdorong dayung pelan tidak bisa mendahului.
Begitu bahagia sumringah penuh canda tawa Ageng dan Rosi, mereka berdua terduduk satu perahu gondola dengan Arsi dan Oscar.
Kayak disengaja, rangkulan tangan Arsi tidak pernah bosan selalu setia merangkul pundak belakang cowok yang di sukai Putri.
Rasa cemburu makin mengular dalam hati dan menusuk sukma raga terasa pedih pilu sakit. Ingin rasanya termuntahkan dengan kesedihan tapi selalu tertahan makin cemburu.
Dua perahu gondola berjalan beriringan, makin terasa cemburu makin menusuk sembilu hati Putri. Raihan tahu apa yang sedang merajut dalam benak pikirannya, bila pikiran dan hatinya tidak mudah tersingkir dari pengejaran hatinya untuk meraih cintanya Oscar.
"Oscar, lebih jatuh hati pada Arsi. Apa karena gua kurang cantik, Raihan?" celetuk tapi seraya terungkap hati cemburu.
Raihan sesaat ikut perhatikan kemesraan Arsi dan Oscar tanpa sadar selalu di perhatikan cemburu. Bila sejak dari tadi sudah berteriak sinar marahari kian membakar hati Putri makin terbakar cemburu. Rangkulan tangan kiri Arsi makin sengaja makin tidak mau lepas dari pundak belakang Oscar.