Lipstik ~Novel~

Herman Siem
Chapter #31

Hidup Bahagia

Tersenyum haru terumbar dari wajah Ati makin menua keriput. Wajahnya terpanggil sedih melihat Dewantara sedang bermain dengan Putri di halaman depan rumah.

Walau Nadira telah tiada, kebaikan Parhan tetap ada sebagai menantunya Ati. Malahan perlakuan Parhan pada Ati, semakin sangat sayang sekali padanya.

"Bunda ... Ahhh Bunda ..." terjatuh Dewantara menguring.

Siang itu hari kebetulan sangat cerah sekali, langit cerah membiru tidak berselimut serpihan gumpalan awan hitam.

Dipeluknya Dewantara dalam dekapan Putri, dua matanya berkaca-kaca sedih.

"Bunda sayang sekali padamu, Dewantara," pelukan erat sekali.

"Aku juga sayang Bunda," sahut Dewantara melirik kearah teras beranda depan rumah.

Lihat selengkapnya