Lost in paradise

Annisa Fitrianti
Chapter #10

Move on

Sepanjang malam bertukar cerita dengan Mas Ragas membuat perasaanku kini sedikit lega, walaupun sedikit terasa canggung satu sama lain karena menceritakan nasib buruk yang menimpa kisah cinta kami berdua. 

Dia yang gagal bertunangan karena kehilangan, sedangkan aku sendiri gagal mempertahankan hubungan karena pihak ketiga. Namun, lukanya sama sama memberikan rasa trauma. 

Mas Ragas menceritakan bahwa wanita pujaan hatinya itu sakit jantung bawaan sejak kecil dan dia nekat mencintai wanita bernama Risya itu hingga akhir hidupnya serta gagal untuk naik pelaminan. 

Hubungan mereka sendiri sudah berjalan selama 2 tahun, bahkan keluarga mereka sudah sangat akrab. Namun, sayang takdir berkata lain. Tuhan lebih sayang dengan kekasihnya dan menjadikan Mas Ragas susah move on yang mana sudah berjalan 4 tahun lamanya. 

"Aku ikutin dari belakang ya" ujarnya ketika kami keluar dari tempat tersebut dan beriringan jalan menuju parkiran. 

"Gak usah Mas" tolakku menatapnya lekat dan tersenyum tipis. 

"Udah malam Ca, gak baik pulang sendirian" ucapnya sambil tersenyum dan mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam mobil. 

"Mobil Mas Ragas di mana?" Tanyaku tepat ketika duduk di kursi pengemudi kemudian menutup pintu mobil seraya membuka jendela. 

"Disana. Kamu duluan aja nanti aku kawal dari belakang" ujarnya seraya berlalu dari hadapanku dan aku pun mematuhi keinginannya itu. 

45 menit dalam perjalanan, akhirnya aku pun sampai di depan gerbang apartemen dengan Mas Ragas yang mengawalku dari belakang dengan mobil BYD hitam miliknya. Sejenak membuka jendela dan berpamitan, dia lantas melambaikan tangan dan berlalu pergi dengan membunyikan klakson perpisahan. 

Memasukin kamar apartement, aku segera merubah sandi di pintu menjadi angka kembar yang mudah diingat. Sebab, aku tidak ingin Leo keluar masuk apartemen ini lagi dengan seenaknya. 

Mengganti pakaian dan membersihkan make up, aku memilih untuk tidur di ruang tengah dengan membawa selimut kemudian memainkan tablet dalam genggamanku. Tidak lupa ditemani dengan televisi yang terus menyala sepanjang malam. 

Karena besok adalah akhir pekan dan aku libur bekerja, aku memutuskan untuk berbelanja kebutuhan dapur di Fresh Garden Mall Kota Casablanca kemudian perawatan dari ujung kepala hingga kaki. 

Jam menujukan pukul 10 pagi, siap untuk berangkat ke mall dan menggunakan pakaian casual. Mengemudikan mobil hingga di parkiran mall, langkahku lantas tertuju ke Fresh Garden lebih dulu. Berbelanja segala keperluan dapur, aku pun lantas menoleh ketika seseorang memanggilku dari kejauhan. 

"Ca!" Panggil seseorang dari arah belakang. 

"Pak Alex" sahutku seraya tersenyum.

"Jangan panggil saya pak kalau di luar kantor panggil aja Al. Lagi pula saya bukan bapak kamu Ca" jawabnya membuatku tersenyum canggung.

"Hehe maaf pak. Eh maaf maksud saya Al" sahutku kikuk.

Lihat selengkapnya