Ruang ujian K-SAK bukanlah ruang kelas, melainkan panggung besar yang didekorasi seperti klub malam. Di bawah sorotan lampu 'disco', duduklah para panelis: 'Ryuu-chan' (Kepala Kebebasan Ekspresi) dan 'Kenjana' (Ketua K-SAK).
'Himari Akutsu' duduk di barisan depan penonton, menyemangati adiknya dengan spanduk bertuliskan: "GO HAJIME! BE THE BEST BI-LIBERAL UKE!"
Hajime dan Elina dipanggil. Elina mengenakan setelan formal, memberinya aura 'Seme' yang dingin dan berjarak. Hajime mengenakan pakaian sehari-hari, dengan ekspresi tegang.
"Selamat datang, Akutsu Hajime dan Sensei Elina," sambut Ryuu-chan, suaranya seperti 'DJ' yang terlalu antusias. "Kami senang melihat pasangan 'Kontras-Komedi' ini! Sensei Elina, apakah Anda di sini sebagai 'Seme Dominan'?"
Elina menjawab, suaranya kaku. "Saya di sini untuk menunjukkan bahwa 'Dogma' pun memiliki hak untuk dipertanyakan. Saya adalah 'Seme Dogmatis'."
Ryuu-chan tertawa terbahak-bahak. "Dogma! Wow! 'Edgy' sekali! Itu ekspresi diri yang menantang!"
Kenjana mencibir. "Aku ingin melihat hasrat, bukan ceramah agama! Mari kita mulai 'Ujian Ekspresi Diri Tahap Pertama: Sentuhan Meminta Hak!'"
Ryuu-chan menjelaskan, "Salah satu dari kalian harus mencoba merebut sesuatu dari pasangannya, dan yang lainnya harus menahan dengan *ekspresi intim* yang meyakinkan."
Hajime harus menjadi penantang. Ia harus merebut 'Artefak Kesusilaan' (sebuah buku 'yaoi' 18+ koleksi Ryuu-chan) dari tangan Elina.
Hajime melangkah maju. Ia meraih buku 'yaoi' itu, sementara Elina menariknya kembali dengan kuat.
"Tuan, berikan buku ini padaku! Aku ingin tahu 'kebenaran di balik hasrat liar ini!" pinta Hajime, sambil menarik.
Elina mendekat. Wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Hajime. Matanya yang panik berbisik, "Hajime! Jangan bernapas terlalu dekat! Ini adalah ujian kemurnian organ pernapasan!"
Elina mencondongkan tubuhnya ke Hajime, seolah ingin mencium. Hajime menutup mata, panik.
Tiba-tiba, Elina berhenti. Dia malah 'mengendus' rambut Hajime.
"Aroma rambutmu... mengandung 'minyak zaitun yang suci'," bisik Elina, dengan nada 'Seme' yang dingin. "Aku tidak bisa melepaskannya. Ini adalah 'perjuangan teologis'."
Panelis bingung. "Mengendus? Itu adalah 'flirting' yang sangat baru! Sangat 'cerebral'!" kata Ryuu-chan.
Himari berteriak, "Itu dia honey brother! Dia menggunakan kode rahasianya!
Poin Sabotase 1: Mereka memperkenalkan perilaku 'Ecchi' baru yang sangat aneh (mengendus), mengacaukan standar 'flirting' yang sudah ada.
Hajime merasakan wajahnya sudah setebal kulit badak karena rasa malu yang ia rasakan.
Kenjana menghela napas. "Baiklah, itu aneh. Sekarang, 'Ujian Ekspresi Diri Lisan!' Berikan 'confession' LGTB+ paling mendalam, tetapi harus mengandung "penyangkalan" terhadap nilai-nilai yang ada!"
Hajime maju. Ia harus menyampaikan 'confession' yang akan membingungkan semua orang.