Setelah Ujian yang membingungkan, 'Hajime' secara resmi menjadi anggota K-SAK, meskipun yang paling canggung. 'Elina' menjadi konsultan.
Mereka berdua dipanggil oleh 'Kenjana', Ketua K-SAK, ke markas komite—sebuah ruangan dengan karpet bulu dan patung-patung 'yaoi' minimalis.
Kenjana menatap Hajime dengan curiga, tetapi ada kilatan serius di matanya. "Akutsu, kau dan 'Seme' Dogmatis-mu (Elina) telah membuat kami berpikir. Tapi aku masih mencurigai 'kemurnian hasrat'-mu."
"Aku serius menjadi 'Bi-Eksistensialis'," balas Hajime, mengulang kode yang telah mereka ciptakan.
Kenjana menghela napas panjang, seperti seorang filsuf yang lelah. "Kau tahu, kami tidak membenci kalian para hetero. Kami hanya membenci 'keterbatasan'-nya."
Kenjana mengambil posisi berdiri yang dramatis. "Pikirkanlah ini, Akutsu."
"Jika Tuhan itu Mahabaik dan Mahaadil, maka 'Cinta Sejati' seharusnya menjadi hadiah terindah bagi semua jiwa," ujar Kenjana, nadanya mendadak khidmat.
"Tetapi jika Cinta Sejati itu hanya diperuntukkan untuk sepasang laki-laki dan perempuan saja—'Hetero Monogami'—maka Tuhan telah menciptakan miliaran jiwa dengan keterbatasan yang tidak adil."
"Bukankah Cinta Tuhan itu tidak memandang gender, ras, atau 'self-expression' seseorang?" tuntut Kenjana, menatap Hajime lurus-lurus.
Hajime terdiam. Dalam konteks agama kaku Lot Foundation, argumen Kenjana memiliki kekuatan logis yang menghancurkan.
Kenjana melanjutkan, "Dan jika Cinta Sejati hanya berguna untuk 'alat reproduksi saja'—hanya untuk memperbanyak populasi di dunia—maka Tuhan telah mereduksi Cinta menjadi sekadar 'fungsi biologis', menjadikannya tidak berguna di Akhirat. Dan bagaimana dengan orang yang madul sejak awal apakah cintanya adalah sebuah peyimpanan."
"LEGABETR Land mengajarkan: "Cinta adalah Ekspresi Diri Murni", yang lebih tinggi dari reproduksi. Cinta adalah keadilan universal. Itulah kenapa kami mewajibkan 'Bi-Liberalisme'—agar semua orang dapat menerima dan memberikan Cinta, tanpa batasan fungsional."
Hajime merasa pusing. Ideologi gila ini didasarkan pada premis yang hampir mustahil untuk diserang secara moral.
"Agen Alpha! Jangan dengarkan omong kosongnya! Itu adalah "Logika Iblis!" Segera alihkan pembicaraan ke "Tugas Pengintaian!" instruksi 'The Chairman' terdengar panik di 'earpiece'.
Hajime mengangguk. "Argumen yang menarik, Kenjana. Tetapi aku ingin membuktikan 'Bi-Eksistensialisme'-ku melalui tindakan, bukan kata-kata."
"Bagaimana caranya?"
"Kapsul Pengalaman Jomok," jawab Hajime, berani. "Kami (Hajime dan Elina) siap masuk malam ini. Kami ingin menguji batasan 'spiritual' kami di hadapan "dosa-dosa visual"."
Kenjana menyeringai. "Sempurna! Itu adalah cara yang tepat untuk memulai penyelidikan K-SAK-mu. Malam ini, kau dan Elina akan membuktikan ketulusanmu."
Malam itu, Hajime dan Elina berdiri di depan "Kapsul Pengalaman Jomok"—sebuah tabung kecil seukuran peti mati, hanya cukup untuk dua orang duduk berhadapan dengan lutut bersentuhan.
Dinding kapsul itu dilapisi layar 'LED' yang menampilkan gambar-gambar 'Ecchi' dari segala orientasi yang sangat detail.
Di tengah-tengah mereka, diletakkan "Artefak Uji" dalam sebuah nampan: beberapa dildo, "vibrator" aneka bentuk, dan buku 'Ecchi' (Yaoi dan Yuri).
Elina gemetar hebat. Ia mengenakan 'earpiece' Lot Foundation, tetapi ia mematikan suaranya agar 'The Chairman' tidak histeris.