Pagi harinya, suasana di LEGABETR Land terasa lebih sibuk dari biasanya. Poster-poster besar mengenai "Pesta Makan Ekspresi Universal" sudah tertempel di setiap sudut jalan neon.
Hajime menatap cermin, mencoba merapikan kerah seragam K-SAK miliknya yang terasa sangat mencekik—bukan karena ukurannya, tapi karena beban moralnya.
Pikiran Hajime masih tertuju pada kata-kata Kenjana semalam. “Jika cinta hanya untuk reproduksi, bagaimana dengan orang yang mandul?” Logika itu terus berputar, mencoba meruntuhkan benteng konservatif yang dibangun Lot Foundation di kepalanya.
"Jangan melamun, Agen Alpha," bisik Elina yang tiba-tiba muncul di belakangnya, sudah rapi dengan pakaian formal konsultan yang tampak sangat tertutup.
"Aku hanya berpikir, Elina... musuh kita kali ini tidak menggunakan senjata, tapi logika yang dipelintir," jawab Hajime lesu.
Elina membenarkan posisi 'earpiece'-nya. "Itulah kenapa kita harus menemukan siapa otak di balik semua ini. Ayahku... aku tidak percaya dia terlibat sedalam ini."
"Agen Alpha, Agen Elina, segera menuju Restoran 'Agape-Gasm'. Target donor akan tiba dalam tiga puluh menit," suara 'The Chairman' memutus pembicaraan mereka.
Restoran 'Agape-Gasm' adalah sebuah bangunan megah dengan arsitektur transparan. Di sini, tidak ada dinding beton; semua terbuat dari kaca satu arah yang memungkinkan orang di dalam melihat keluar, namun tetap terjaga privasinya.
Saat mereka tiba, 'Himari' sudah berdiri di depan pintu masuk dengan gagah, mengenakan ban lengan K-SAK yang baru.
"Hajime! Elina! Kalian bertugas mengawasi koridor VIP!" seru Himari dengan semangat yang berlebihan. "Aku akan mengawasi area prasmanan. Siapa tahu ada yang makan dengan cara 'Hetero Konvensional' yang membosankan!"
"Apa itu 'makan secara hetero'?" tanya Hajime heran.
Himari berkacak pinggang. "Makan di mana laki-laki yang memesankan makanan untuk perempuan secara dominan! Itu sangat membatasi ekspresi! Di sini, semua harus berebut makanan secara biseksual!"
Hajime hanya bisa menghela napas dan menarik Elina menuju area VIP.
Area VIP restoran ini benar-benar gila. Meja-mejanya didesain agar orang yang duduk di sana harus bersentuhan kaki satu sama lain—sebuah aturan "Kedekatan Tanpa Jarak" yang dipaksakan.
"Hajime, lihat ke sana," bisik Elina, menunjuk ke sebuah ruangan dengan pintu kayu jati yang kontras dengan dekorasi neon lainnya.
Itu adalah ruang pertemuan utama. Di depan pintu, dua penjaga K-SAK bertubuh kekar berdiri dengan mata tertutup kain tipis—simbol bahwa mereka "tidak memandang gender".
"Bagaimana kita bisa masuk?" tanya Hajime.
Elina mengeluarkan sebuah botol kecil dari sakunya. "Ini adalah 'Cairan Penarik Perhatian'. Aromanya sangat kuat dan... sensual, menurut standar LEGABETR. Kita akan menggunakannya untuk memancing para penjaga."
Hajime meneteskan cairan itu ke arah koridor sebelah kanan. Dalam hitungan detik, kedua penjaga itu mulai mengendus udara dan berjalan menjauh, seolah terhipnotis oleh aroma "kebebasan" tersebut.
Hajime dan Elina menyelinap masuk. Namun, mereka tidak bisa langsung berada di dalam ruangan. Mereka harus bersembunyi di bawah meja panjang yang tertutup taplak beludru tebal.
Di bawah meja, ruangannya sangat sempit. Lutut Hajime bertemu dengan lutut Elina.
"Elina, kau terlalu dekat," bisik Hajime, wajahnya memerah karena suhu ruangan yang mendadak terasa panas.
"Diam, mereka datang!" balas Elina dengan nada memerintah yang gemetar.