Pagi hari setelah insiden kapsul yang menyesakkan, Hajime dan Elina berkumpul di sebuah gudang tua di pinggiran distrik restoran. Udara terasa lembap, dan bau minyak mesin menyengat.
Mereka menyalakan perangkat komunikasi hologram rahasia. Proyeksi wajah 'The Chairman' muncul, terlihat agung dengan jubah putihnya yang bersinar.
"Agen Alpha, Agen Elina. Kalian telah selamat dari cobaan kapsul itu. Itu adalah bukti bahwa "Pedang Suci" kalian belum tumpul," suara 'The Chairman' bergema dengan wibawa yang dipaksakan.
Hajime teringat argumen Kenjana semalam. "Ketua, kemarin Kenjana mengatakan bahwa jika cinta hanya untuk reproduksi, maka orang mandul tidak punya hak untuk mencintai. Bagaimana Lot Foundation menjawab itu?"
'The Chairman' berdehem, wajahnya berubah menjadi sangat serius, seolah sedang menyampaikan wahyu.
"Dengarkan, Hajime. Itu adalah pemikiran sesat. "Kodrat" bukanlah sekadar tentang hasil biologis, melainkan tentang "Desain Surgawi" yang menetapkan laki-laki untuk perempuan."
"Kemandulan adalah ujian iman, bukan alasan untuk membelokkan kodrat. Laki-laki dan perempuan diciptakan berpasangan seperti kunci dan gembok asli, meskipun gembok itu tidak bisa dibuka, ia tetaplah gembok yang benar!" tegas 'The Chairman'.
"Cinta yang melampaui kodrat gender adalah pemberontakan terhadap harmoni alam semesta. Kita bertarung untuk menjaga tatanan itu agar dunia tidak runtuh ke dalam kekacauan ekspresi yang tak berujung!"
Elina mengangguk khusyuk, tetapi Hajime merasa ada yang janggal dengan nada bicara ketuanya yang terlalu defensif.
Tiba-tiba, di latar belakang transmisi hologram 'The Chairman', terdengar suara tawa beberapa wanita yang sangat manja.
"Sayang, kapan kau selesai dengan urusan 'duniawi' ini? Kami sudah menunggumu di meja makan!" suara seorang wanita terdengar jelas.
"Ssst! Diamlah, aku sedang menjalankan misi suci!" bentak 'The Chairman', sesaat lupa mematikan mikrofonnya.
Lalu terdengar suara wanita lain, "Ayolah suamiku, istri keempatmu sudah merindukanmu, jangan biarkan kami menunggu lama."
Hajime dan Elina terpaku. "Istri... keempat?" bisik Hajime, matanya membelalak tak percaya.
'The Chairman' dengan cepat mematikan suara latar belakang, tetapi wajahnya tampak berkeringat. "Ehem... itu... itu adalah staf pelayanan yang sedang bercanda. Abaikan saja!"
"Segera bersiap untuk misi di Restoran 'Heavenly Lotus'! Kalian harus menyadap pembicaraan Ryuu-chan dan donatur utama! Putus!" transmisi itu mati seketika.
Keheningan menyelimuti gudang itu. Hajime menatap Elina yang tampak terguncang.
"Jadi... pembasmi dosa yang kita agungkan memiliki empat istri?" tanya Hajime dengan nada sarkastik yang tajam.
Elina menunduk, wajahnya pucat. "Dia... mungkin dia sedang melakukan 'Poligami Suci' untuk memperbanyak keturunan orang beriman? Kodrat... terkadang sulit dipahami."
"Poligami Suci? Elina, itu namanya munafik! Dia melarang kita jatuh cinta secara hetero dengan normal, tapi dia sendiri punya harem di markas besar!" seru Hajime, amarah mulai membakar dadanya.
Hajime menyadari satu hal: di pulau ini, dia terjepit di antara orang-orang gila yang memaksakan kebebasan seksual, dan orang tua munafik yang memaksakan kesucian sambil menikmati kenikmatan sendiri.
Siang harinya, Restoran "Heavenly Lotus" tampak begitu megah dengan arsitektur perpaduan antara kuil dan kasino. Ini adalah tempat di mana para elit LEGABETR Land bertemu.
Sebagai anggota K-SAK baru, Hajime mendapatkan akses mudah. Elina mendampinginya sebagai "Konsultan Ekspresi."