Blurb
Saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh tunangannya sendiri dengan alasan pailit, awalnya Mentari melanjutkan hidup seperti biasa dengan lapang dada—bahkan berkencan. Namun, begitu kekasih barunya meninggal dan ia belum menerima panggilan kerja selama setahun lamanya, Mentari mulai skeptis. Ditambah, ia melihat mantan tunangannya berjalan menggenggam tangan wanita lain dengan cincin baru di jari manisnya.
Hingga suatu hari, sang tunangan wanita menyuarakan isi hatinya yang paling jujur pada Mentari ketika mereka bertemu sebagai klien dan penyedia jasa pengelola pernikahan. Apakah hati atau otak Mentari yang akan tergerak?