Blurb
"Sejak Tegar datang, duniaku yang semula abu-abu mendadak penuh warna. Tapi, apakah warna itu sungguh nyata, atau hanya bayangan yang mengurungku?"
Adelia selalu merasa dirinya hanyalah figuran di SMA Cempaka Putih. Ia merasa aman menjadi gadis "transparan" yang menghabiskan waktu di pojok perpustakaan bersama buku sketsanya. Baginya, diperhatikan adalah hal terakhir yang ia harapkan. Sampai Tegar, sang kapten basket yang karismatik, datang mendekatinya menaruh sebotol susu cokelat di mejanya.
Hanya dalam semalam, hidup Adelia berubah drastis. Tegar membanjirinya dengan perhatian yang selama ini ia idamkan. Pujian manis, hadiah tak terduga, dan pesan yang tak pernah berhenti masuk ke ponselnya membuat Adelia merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia. Tegar seolah menjadi pelindung, rumah, dan dunianya.
Namun, perlahan-lahan, perhatian itu mulai terasa menyesakkan.
Kenapa Tegar tidak suka ia bicara dengan sahabatnya sendiri? Kenapa setiap keterlambatan membalas pesan berakhir dengan drama yang melelahkan? Dan kenapa Adelia merasa dirinya perlahan menghilang, digantikan oleh sosok yang hanya hidup demi menyenangkan hati Tegar?
Di balik senyum sempurna Tegar, ada jeratan halus yang siap mengunci. Saat cinta mulai terasa seperti penjara, sanggupkah Adelia menemukan kembali warnanya yang hilang, atau ia akan selamanya terjebak dalam ilusi "manis di awal" yang mematikan?