LOVE, FAMILY, LAUGHTER

Deviannistia Suyonoputri
Chapter #9

KESEMPATAN KEDUA

Keesokan pagi, berkemas dengan penuh semangat, Wandi terus bersenandung seakan dia begitu bahagia dan dunia ini miliknya. Hatinya berbunga-bunga mengetahui bahwa belahan jiwanya akan kembali berada di sisinya.

Dia lalu bicara pada Risma yang sedang bersiap-siap, “Seandainya Ika mau bekerja di perusahaan keluarga saya, dia pasti sangat berguna untuk menolong saya dalam situasi seperti ini.”

Risma yang mendengarnya langsung kembali nanar, dia duduk di atas tempat tidur pasien dengan wajah muram, “Anak itu, saya tidak tahu apa yang ada di kepalanya. Apa yang dia pikirkan dan apa yang dia inginkan, semua yang dia lakukan tidak masuk logika saya.”

“Suatu saat, saya yakin dia akan kembali ke rumah kita,” ucap Wandi penuh wibawa dan harapan, seakan harapan itu ada. Seakan waktu dapat diputar kembali sebelum semua ini terjadi. Walau dia tidak tahu apa yang akan mereka hadapi, tapi Wandi yakin kalau anaknya pasti akan mencarinya.

***

Di tempat lain, Ika sedang sibuk dengan syuting iklan baru untuk produk sabun terkenal yang mendapuknya menjadi salah satu Brand Ambassador produk tersebut. Karena wajah Ika yang terlihat muda, dia diberi adegan sebagai ibu muda yang membuat anaknya tertarik untuk mandi dan memakai sabun tersebut. Iklan ini bisa dibilang iklan yang bagus dengan biaya yang lumayan mahal. Jadi dia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Iklan berjalan dengan baik dan lancar, Ika melakukan perannya dengan baik dan anak laki-laki yang beradu akting dengannya pun sangat imut dan menggemaskan. 

“Cut,” teriak Sutradara membuat semua orang mendesah lega, “Ok, selesai,” ucap sang Sutradara yang kebetulan sekali adalah Adi.

Ika yang juga lega kemudian melakukan tos dengan anak laki-laki itu, mereka tertawa kecil berdua. Dia lalu membungkuk mengikuti tinggi anak itu, “Kamu lucu banget, akting kamu bagus,” puja Ika, “Cium tante dong?” pintanya gemas.

Anak laki-laki dengan ramah mencium Ika sebelum akhirnya berlari kembali ke pelukan ibu kandungnya. Adi yang melihat itu hanya tersenyum penuh arti, dia lalu perlahan melangkah menghampiri Ika.

“Cocok kamu jadi ibu,” ledeknya yang seketika membuat Ika tersipu malu, andai Adi tahu kalau Ika sudah memiliki anak yang bahkan sudah bukan anak-anak lagi. Dia pasti akan terkejut, mungkin pingsan seketika.

Mereka jadi kelanjutan mengobrol dan keasikan tanpa memperdulikan yang lain, semua orang tahu dan bisa menebak kalau Ika dan Adi memiliki hubungan khusus karena mereka sering sekali berada di satu proyek bersama dan kedekatan mereka terasa lebih dari hanya sekedar teman. Kebetulan sekali saat itu Alisha juga sedang ada acara di studio sebelah, dia yang tadi sudah melewati pintu kembali mundur karena dirinya seperti melihat seseorang yang ia kenal. Antusias melihat sang Ibu, namun Alisha dibuat terdiam saat melihat kedekatan ibunya dengan Adi. Adi sutradara yang cukup ia kagumi dan Alisha sempat beberapa kali bekerjasama dengan pria itu tapi dia tidak menyangka kalau ibunya ternyata dekat dengan sang sutradara. Alisha mengerutkan dahi beberapa saat sebelum akhirnya pergi dari tempat itu.

***

Malam itu karena kepikiran dan merasa dicurangi, Alisha datang ke Kafe milik temannya. Disana dia berbincang tak sabar, kakinya terus bergoyang karena bingung dan emosi.

Puput kemudian datang membawakan dua jus jeruk untuk sahabatnya yang sedang galau itu, dia lalu berkata, “Jadi nyokap lo punya pacar?”

“Kenapa dia nggak cerita sama gue?” tanya Alisha dengan nada kesal.

“Lo jangan kayak anak kecil deh, mungkin nyokap lo punya alasan untuk ngelakuin itu.”

“Gue apapun cerita ke nyokap gue, tapi giliran dia, dia nggak cerita sama sekali. Kesel gue.”

“Kesel mulu lo lama-lama nanti bertanduk kepala lo,” Puput kemudian memutar otak berpikir, “Hmm, tapi emang lo udah yakin mereka pacaran?”

Lihat selengkapnya