LOVE, FAMILY, LAUGHTER

Deviannistia Suyonoputri
Chapter #10

DRAMA KEHIDUPAN

Sesampainya di rumah Alisha dan Juna diam-diam masuk, Ika pasti akan marah besar kalau tahu anaknya tidak pulang semalaman. Baru saja menginjakan kaki di rumah, Ika datang dari pintu penghubung untuk memeriksa anaknya. Benar saja, dengan rambut lusuh dan pakaian berantakan dia melihat anak pulang diantar oleh seorang laki-laki.

“Kamu baru pulang?” tanya Ika serius, nadanya mengisyaratkan kemarahan.

“Ma, dengerin….”


Belum sempat menjelaskan Ika sudah memotong, dia menatap Juna tajam “Kamu apain anak saya?”

“Kami ketiduran dan….” Juna kali ini yang mencoba menjelaskan.

“Saya sudah peringatkan kamu untuk jangan macam-macam sama anak saya,” bentak Ika marah.

“Kita ketiduran aja Ma, nggak ngapain-ngapain,” tutur Alisha.

Ika dengan tajam menatap Alisha kemudian kembali menatap Juna, “Pergi kamu dari sini.”

Juna yang melihat amarah Ika yang berapi-api tidak berani untuk membantah, dia menerimanya karena memang dia salah dengan mengembalikan Alisha pada pagi hari. Juna pun pergi dari tempat itu.

“Mama nggak percaya sama aku?” tanya Alisha tersinggung.

“Kamu minum obat pencegah kehamilan, mama nggak mau dengar kata nggak.”

“Aku nggak ngapa-ngapain Ma,” protes Alisha mengikuti ibunya ke dapur.

“Mama kasih kepercayaan sama kamu bukan berarti mama lepas tangan, kamu sudah mengecewakan mama, kamu tahu kan apa akibatnya buat kamu kalau kamu bertindak ceroboh? Mama adalah bukti nyata Alisha.”

Alisha yang mendengarnya tidak terima, “Aku sudah dewasa Ma, aku nggak ngapa-ngapain sama Juna dan aku, bukan Mama,” cetus Alisha dengan nada tinggi.

Ika sedikit tersentak mendengar perkataan anaknya, “Mama tidak bisa berkata apa-apa lagi,” tutur Ika yang putus asa, sekarang dia hanya ingin kembali ke rumahnya.

“Jadi seperti ini? tutur Alisha, “Kepercayaan Mama hanya seperti ini? Katanya Mama percaya sama aku, tapi Mama punya pacar aja Mama nggak pernah cerita sama aku.”

Ika terdiam, kini dia berbalik kembali menatap sang anak, “Kenapa kamu malah balikin ini semua ke mama? Entah kamu dengar berita itu dari mana tapi tidak, mama tidak punya pacar, paham? Sekarang terserah kamu mau bagaimana mama nggak peduli, kamu urus urusan kamu sendiri,” tutur Ika sebelum pergi meninggalkan sang anak.

Ika lalu berjalan ke dalam kamarnya penat sambil berbicara dengan sang Ibu di telepon, “Iya Ma, nggak tahu ya, kayaknya Ika belum bisa ke rumah,” ucapnya.

Risma mengerutkan bibir mendengarnya, “Kamu mau datang atau mama yang akan tinggal lagi di rumah kamu.”

Ika terkejut mendengarnya, “Hmm, ok. Kayaknya jadwal saya kosong sih ternyata. Saya ke rumah hari minggu ya,” tuturnya dengan berat hati.

“Jangan lupa bawa Alisha sekalian,” tutur Risma.

Ika mendesah, membuat ibunya curiga.

“Kenapa kamu? Kok kayak berat banget? Kenapa anakmu?”

“Nggak apa-apa cuma, entahlah dia sudah dewasa,” dalih Ika.

“Dia tetap anakmu kan walau sudah dewasa, suruh dia hati-hati dan kamu harus jaga dia. Kamu nggak mau kan bernasib sama seperti mamamu ini,” ujar Risma yang makin membuat Ika panik.

“Udah ah, Ika sibuk,” tuturnya langsung menutup telepon.

***

Risma yang mendengarnya langsung bergeleng-geleng kepala, pasti ada sesuatu antara anak dan cucunya.

Lihat selengkapnya