Ika terkejut ayahnya ada di sana, apa yang dilakukan ayahnya sampai datang ke lokasi syuting begini?
“Pa,” sapa Ika dengan senyum getirnya.
“Ka, papamu nyariin kamu ini,” ujar Adi yang berdiri dari tempat duduknya.
“Ika, kebetulan sekali. Papa ingin bicara sama kamu.”
Ika terdiam, mengerjap beberapa kali sampai akhirnya dia membawa ayahnya ke restoran dekat lokasi syuting.
“Saya terkejut Papa datang ke tempat kerja saya tiba-tiba begini,” ujar Ika.
“Papa hanya ingin melihatmu bekerja, seperti apa sih hal yang kamu perjuangkan mati-matian itu.”
Ika terdiam menelan ludahnya tidak nyaman, papanya mulai lagi deh, “Kerja di kantor Papa itu membosankan, saya bisa gila kalau di sana terus.”
Wandi menggigit bibirnya kesal, “Kamu ini.”
“Ada apa Papa menemui saya?” tanya Ika dengan angkuh.
Wandi sontak membersihkan tenggorokannya, “Soal Alisha.”
“Alisha?”
“Kirim dia kuliah ke luar negeri, ke Amerika atau Eropa sekalian. Papa nggak suka lihat pergaulan kalian berdua yang seperti wanita kampungan begitu, pesta, cium sana sini, minum-minum, sangat tidak jelas. Papa sudah melihat bagaimana hasil didikan kamu.”
Ika berdengus mendengar penjelasan sang ayah.
Wandi kemudian meneruskan, “Papa kesini hanya mau ngasih tahu kamu kalau papa ingin dia sekolah di luar negeri. Kalau kamu tidak memiliki biaya, biar papa yang membiayainya. Dia bisa kuliah lalu meneruskan bisnis keluarga.”
Ika terhentak, tidak percaya dengan apa yang ia dengar, “Jadi sekarang karena Papa tidak berhasil membuat saya menjadi penerus, papa ingin membuat Alisha sebagai penggantinya?”
Wandi mengangguk, “Kenapa tidak? Dia kan juga darah daging papa.”
Ika menarik napasnya berat, dia kesal namun di saat seperti ini dia juga harus dewasa dan bijak, “Alisha sudah dewasa, saya tidak akan menghalangi kalau dia memang ingin kuliah lagi. Tapi Papa dan Mama tidak boleh memaksa ataupun memanipulasi dia, dia harus setuju karena kemauannya sendiri.”
Wandi tersenyum, “Ok.”
Wandi tersenyum lebar karena ini artinya terjadi kesepakatan di antara mereka, sebuah kesempatan. Sedangkan untuk Ika ini adalah hal yang paling ingin ia hindari.l
***
Beberapa hari kemudian, Alisha berlari menghampiri kakeknya sore itu yang telah menunggunya pulang.
“Aku terkejut loh Kakek datang kesini,” ucapnya antusias.
Wandi tersenyum, “Kakek mau bicara denganmu, boleh kan?”