LOVE, FAMILY, LAUGHTER

Deviannistia Suyonoputri
Chapter #16

BERDAMAI

Karena masih belum ada panggilan, Ika memutuskan untuk membersihkan pekarangan rumahnya. Dia merapikan semua pot-pot bunga dan tanah yang berserakan, malam-malam begini daripada tidak melakukan apa-apa lebih baik dia membersihkan pekarangan rumahnya. Saat itulah tiba-tiba mobil Alisha berhenti di depan rumahnya terkesan terburu-buru. Alisha kemudian keluar dan berjalan cepat menghampiri ibunya. Dia berjalan cepat dan langsung memeluk Ika erat.

“Kamu kenapa sayang?” ucap Ika yang melihat anaknya menangis di pelukannya.

Karena belum bisa menceritakan apapun, Ika akhirnya membawa Alisha ke dalam rumah. Dia mendudukkan anaknya yang terlihat begitu kecewa.

Ika menatap anaknya nanar, “Kamu kenapa Alisha? Cerita sama mama.”

Alisha menahan tangannya dan menatap ibunya sedih, “Tadi Juna melamar Alisha.”

“Apa? Bagus dong kalau dia mau serius, terus masalahnya apa?”

“Aku merasa belum siap, aku nggak bisa membayangkan hidup dengan Juna. Aku nggak ngerti Ma, aku jahat ya?”

Ika menarik napasnya lega, dia kira ada apa. Jika seperti ini, ada sesuatu yang sebenarnya Ika ingin tahu sejak dulu namun sekarang adalah waktu yang tepat menanyakannya, “Kamu mencintai Juna?”

“Iya,” jawab Alisha.

“Lalu Fadli? Bagaimana perasaan kamu ke dia?”

Alisha terdiam, dia tidak bisa menjawab dan menundukkan wajahnya.

“Nah, ini bukan soal kamu siap atau tidak siap. Kamu hanya bingung memilih, kamu mencintai keduanya, ya kan?”

Kembali Alisha diam seribu bahasa.

“Juna tahu kalau kamu punya perasaan sama Fadli?”

“Iya, tadi dia juga membahas itu dan berakhir dengan dia melamar Alisha.”

Kini Ika yang bingung, “Alisha, mama nggak tahu harus berkata apa, hati kamu cuma kamu yang tahu. Jangan mempermainkan hati seseorang Nak, kasihan.”

Alisha kini menatap ibunya dengan tatapan penuh kesadaran. Dirinya kini harus memilih, dia tidak bisa memberi harapan pada kedua lelaki tersebut.

“Ok gini, deh. Kalau kamu sulit memilih, mama cariin orang lain yang lebih ganteng, lebih kaya, lebih segala-galanya dari mereka, gimana?”

Alisha tertawa kecil, “Apa sih mama.”

Ika kembali merangkul sang anak, “Gitu dong, senyum.”

***

Lihat selengkapnya