LOVE, FAMILY, LAUGHTER

Deviannistia Suyonoputri
Chapter #20

PEMERASAN

Keesokan paginya Alisha yang baru bangun berjalan ke rumah ibunya untuk meminta sarapan, dia memang biasanya sarapan di rumah sang ibu karena di rumahnya tidak ada apa-apa untuk dimakan. Berjalan dengan setengah sempoyongan karena baru bangun, Alisha masuk ke ruang tamu.

“Ma, sarapan apa hari ini?” tanyanya polos.

Namun betapa terkejutnya dia saat melihat ibunya tertidur di sebelah botol minuman. Botol itu sepertinya habis diminum Ika.

Alisha terbelalak, “Mama, kok minum-minum gini sih?” tanyanya heran.

Ika ternyata masih bisa bergerak, dia tersenyum, dirinya sudah teler, “Hehe, Alisha. Anak mama Alisha, anak kesayangan mama. Muah,” dirinya ingin mencium sang anak.

“Uh, mama bau alkohol,” protesnya.

“Ish, mama kan kangen sama kamu.”

“Hen,” panggil Alisha, “Tolong bantu saya bawa mama ke kamar.”

“Iya Mba,” Heni langsung sigap membawa majikannya ke dalam kamar.

Apa yang terjadi pada ibunya? Ibunya sudah lama tidak minum-minum tapi kenapa sekarang mulai lagi. Hari ini jadwal Alisha sangat padat, dia tidak bisa berlama-lama di rumah.

“Hen, tolong minta Bi Isnah untuk bikinin sayur sop sama ikan nila buat mama. Saya mau pergi dulu, kamu tolong jagain mama ya. Kalau ada apa-apa kasih tahu saya,” ucap Alisha.

“Baik Mba,” jawab Heni.

***

Di tempat lain seorang wartawan bernama Doni berjalan melangkah menemui atasannya.

Dia meletakkan beberapa foto, “Kita dapat Jackpot,” ujar Doni antusias.

“Apa itu?”

“Kecurigaan kita benar, Alisha adalah anak Ika yang disembunyikan.”

Mendengarnya Ardi langsung tersenyum miring, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menggali rahasia itu lebih dalam. Zaman sudah canggih, apapun bisa ditemukan terutama dengan uang. Mereka bergerilya pergi ke sana kemari untuk mencari informasi. Mulai dari KUA, catatan sipil dan beberapa orang untuk dimintai keterangan. Setelah semua dirasa cukup, barulah mereka beraksi.

***

Ardi dan Doni menghubungi Alisha dan mengajaknya untuk bertemu, mereka berada di ruangan VIP sebuah restoran. Yang mereka inginkan hanya satu yaitu uang, semua itu berakhir pada uang. Ini bukan pertama kalinya mereka melakukan ini, dan setiap kali melakukannya mereka selalu bisa mengelak di balik jaket wartawan.

“Halo Alisha,” sapa Ardi ramah.

“Apa kabar?” tanya Doni.

“Baik,” jawab Alisha ketus, dia punya firasat tidak enak atas pertemuan ini, “Ada apa kalian minta bertemu dengan saya?” tanya Alisha.

Lihat selengkapnya