LOVE, FAMILY, LAUGHTER

Deviannistia Suyonoputri
Chapter #21

KEADAAN DARURAT

Ika yang mengetahui Alisha sudah pulang sontak ingin menemui sang anak. Membuka pintu rumah anaknya, dia menuju ruang tamu.

“Alisha, kamu udah pulang?” tanya Ika.

Saat sedang mencari anaknya, dia terkejut melihat sang anak tengah kesakitan terkulai di lantai.

Ika langsung berlari menghampiri Alisha, “Alisha,” tuturnya. 

Wajah Ika pucat melihat darah yang keluar dari mulut anaknya, dia ketakutan. Ketakutan setengah mati.

***

Alisha langsung dibawa ke rumah sakit dengan penangan dokter yang intensif, dengan cepat mereka melakukan tindakan entah apa untuk menolong nyawa perempuan itu. Tirai ditutup dan Ika diminta untuk keluar. Wajah Alisha sudah sangat pucat, dia bahkan sudah tidak bisa lagi berbicara. Semua ini sungguh menakutkan, di mata Alisha yang ada hanya lemas dan pasrah. Matanya sayu tak bercahaya, suara yang terdengar seakan tak berarti, dia hanya ingat satu orang, ibunya yang menangis di sana. Kalau terjadi sesuatu pada dirinya lalu bagaimana dengan sang ibu? 

Sedangkan Ika menangis di depan melihat anaknya yang seperti itu, dan itu membuat seluruh dunianya hancur. Dia tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu pada anaknya, Alisha adalah alasan dirinya hidup. Alasan kenapa dia bertahan hingga saat ini. Dia berdoa pada Tuhan, berdoa dengan sekuat tenaganya agar Tuhan berbelas kasih padanya dan menyelamatkan Alisha. Dia sungguh tak berdaya saat ini.

Satu jam kemudian, Wandi dan Risma datang. Mereka berjalan cepat menuju ruang IGD. Setelah mendengar apa yang terjadi, tanpa banyak berpikir mereka bergegas ke Rumah Sakit. Risma yakin Ika pasti kalang kabut sendirian. Sesampainya di ruangan IGD, dia melihat Ika yang sedang berbicara dengan dokter. Mereka lalu membawa Alisha ke ruang rawat. Tanpa disadari semua mata tertuju pada Ika.

“Ika,” sapa Risma.

Ika terkejut lega, “Mama,” tuturnya menangis langsung memeluk ibunya, “Aku takut, aku takut Alisha….”

“Sst,” ucap Risma mengusap punggung anaknya, “Dia akan baik-baik saja, dia akan baik-baik saja Ika.”

Wandi yang melihat dokter kemudian langsung berkata, “Bagaimana cucu saya Dok?”

“Kami sudah memberikan penanganan, minuman dan makanannya sudah dimuntahkan tadi dan keadaan vitalnya mulai stabil, tapi kita harus observasi dulu untuk kondisi selanjutnya. Kalau boleh saya tahu, apa yang dikonsumsi Alisha terakhir kali?”

Ika terdiam bingung, “Saya nggak tahu Dok, saya nggak engeh. Karena pas saya masuk dia sudah mengeluarkan darah.”

“Coba nanti kalau ada orang di rumah tanyakan apa yang dikonsumsi Nona Alisha dan bawakan kemari. Saya ingin tahu apa isi makanan atau minuman tersebut hingga bisa membuatnya seperti ini.”

“Baik Dok, akan saya bawakan segera.”

***

Dua jam kemudian berita tersebar di mana-mana kalau Alisha mengalami keracunan. Orang-orang heboh membicarakannya di tv dan media sosial. Dan yang lebih menghebohkannya lagi adalah foto Ika yang berada di sana terlihat bagai kapas, pucat pasih.

Sekarang, Ika berada di samping sang anak sejak tadi tanpa beranjak sedikitpun, ia menatap anaknya nanar. Hingga tak lama berselang anaknya bangun dari tidurnya. 

“Agh,” keluhnya.

“Kenapa? Kenapa sayang?” tanya Ika.

Alisha menggeleng,”Perutnya sakit.”

“Mama panggilin Dokter ya?”

“Biar Papa yang panggil,” tutur Wandi bergegas ke ruang perawat.

Kebetulan sekali hasil lab keluar dan dokter segera menemui mereka.

“Dilihat dari hasil lab teh kemasan yang diminum oleh Nona Alisha, saya melihat adanya kandungan yang biasanya ada di dalam lem terdapat pada minuman tersebut. Untungnya Alisha cepat dibawa kemari sehingga kami bisa menanganinya dengan cepat, kalau tidak, mungkin dia akan lewat.”

Ika mendesah lemas, “Terima kasih Dokter, terima kasih.”

Lihat selengkapnya