Ambulan langsung datang dan Ika dilarikan ke rumah sakit. Dia terkejut dan pingsan di tempat acara. Walau tidak langsung mengenai kepala, tapi pecahan kaca dan yang lainnya sempat mengenai tubuh perempuan itu. Alisha ikut dalam mobil ambulan untuk mengantar ibunya, dia panik dan begitu khawatir. Jantungnya hampir copot melihat ibunya tak berdaya seperti itu, ibunya, satu-satunya pelindung yang ia miliki.
***
Di lorong rumah sakit, Risma dan Wandi berjalan cepat setelah mendapat kabar hal buruk yang menimpa anaknya.
“Kan sudah saya bilang, firasat saya itu nggak enak,” keluh Risma.
“Kalau terjadi apa-apa sama Ika saya akan tuntut mereka semua,” ancam Wandi.
Masuk ke ruangan IGD, Risma yang melihat Alisha langsung menghampiri. Alisha memeluk neneknya dan menangis kencang. Dilihatnya Ika masih belum sadarkan diri.
“Nggak apa-apa sayang, mama kamu nggak apa-apa,” tutur Risma menenangkan.
Wandi manatap anaknya nanar, dia kemudian langsung membelai wajah anak perempuan satu-satunya itu, matanya berlinang tapi buru-buru ia usap air mata tersebut.
Dokter kemudian datang menemui mereka dan berkata, “Ibu Ika baik-baik saja, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan sesuatu yang fatal, dia mungkin hanya shock saja. Lukanya akan kami obati dan jika sudah sadar dia boleh pulang.”
Alisha langsung mendesah lega, “Syukurlah.”
***
Di tempat kejadian ternyata Fadli dan Juna masih berada di sana, mereka memantau keadaan yang benar-benar kacau. Polisi datang dan menanyai semua orang yang ada di sana, belum lagi video kecelakaan tersebut tersebar kemana-mana dan membuat orang-orang tahu kalau Alisha adalah anak dari Ika. Yang jadi bulan-bulanan sekarang adalah Fadli dan Juna yang merupakan kekasih dan mantan kekasih dari Alisha.
“Ka, apa Kakak sudah tahu kalau Ika adalah ibu dari Alisha?” tanya salah satu dari puluhan wartawan yang sekarang mengerubungi Fadli.
Fadli yang tidak mau ikut campur terus berjalan dengan jawaban yang netral, “Biar orangnya aja ya Mba yang jelaskan. Saya nggak bisa ngomong apa-apa, maaf ya.”
Begitupun dengan Juna, “Aduh Mba, saya nggak ikut campur. Tanya langsung saja ya sama orangnya, saya buru-buru.”
Mereka berdua akhirnya pergi dari tempat itu.
***
Setengah jam kemudian Ika terbangun, kepalanya pusing dan suaranya parau, dia memanggil anaknya, “Alisha.”
Alisha langsung menghampiri, “Mama.”
Alisha memeluk ibunya erat sambil menangis sesegukan, sedangkan Risma dan Wandi hanya bisa menatap anaknya dari jauh dengan mata berkaca-kaca. Ika menutup matanya menerima pelukan hangat dari sang putri, sungguh melegakkan hatinya. Dia lalu menatap kedua orang tuanya yang terlihat begitu khawatir, dia hanya tersenyum dan membuka tangannya agar orang tuanya bisa memeluknya juga.
“Jangan malu-malu,” tutur Ika membuat Risma dan Wandi tersenyum dan memeluknya.