"Geser tubuhmu sedikit ke arah kanan, Kenzy. Cahaya dari lampu kilat utama ini belum sepenuhnya menyorot produk pakaian yang sedang kamu kenakan," arah Aldo dari balik lensa kamera digitalnya.
"Apakah posisiku sekarang sudah pas? Leherku mulai terasa sangat kaku karena harus terus menahan pose menghadap ke arah jendela kaca studio ini," keluh Kenzy.
"Tahan posisimu sebentar saja. Kita harus mendapatkan sudut pengambilan gambar terbaik agar pihak sponsor pakaian olahraga ini merasa puas dengan hasil video kolaborasi harian kita," bujuk Tiara yang sedang mengatur setelan alat perekam suara portabel di sudut ruangan.
"Aku sudah menahan senyum palsu yang melelahkan ini selama hampir satu jam penuh. Bisakah kita mempercepat proses rekamannya sebelum tenagaku benar-benar habis terkuras siang ini?" tuntut Kenzy sambil menghela napas panjang.
"Kamu ini sungguh banyak mengeluh pada hari kerja, Kenzy. Sebagai figur publik idola remaja, kamu harus menunjukkan sikap profesional di depan layar kamera meskipun suasana hatimu sedang berantakan," tegur Aldo seraya mengubah posisi penyangga kameranya.
"Ini sama sekali bukan masalah suasana hatiku yang buruk, Aldo. Studio sewaan yang kamu pilih ini jelas memiliki pusaran energi negatif yang sangat kuat berkumpul di bagian pojok ruang gantinya," jelas Kenzy menurunkan nada suaranya perlahan.
"Tolong jangan mulai membahas hal gaib di tengah jam kerja kita yang sangat padat ini. Kamu tahu sendiri bahwa aku adalah manusia yang paling penakut di grup kita," potong Tiara cepat dengan raut wajah memucat.
"Aku tidak sedang berbohong demi menghindari pekerjaan. Ada sosok anak kecil berwajah pucat yang terus memperhatikan gerak-gerikku sejak awal kita datang. Tetapi aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menatap balik ke arah keberadaannya," ujar Kenzy sambil memaksakan sebuah senyuman lebar ke arah lensa kamera.
"Fokuskan saja seluruh pandangan matamu pada lensa kameraku ini. Abaikan apa pun wujud makhluk yang kamu rasakan di sudut ruangan sana. Kita hanya punya sisa waktu tiga puluh menit sebelum masa penyewaan studio minimalis ini habis sepenuhnya," perintah Aldo dengan sangat tegas.
"Baiklah. Ayo kita segera selesaikan pengambilan gambar untuk bagian penutup videonya sekarang juga agar kita bisa langsung keluar dari gedung pengap bernuansa mistis ini," putus Kenzy seraya kembali merapikan kerah bajunya.
_
Sedangkan di tempat kerja Jessieca, gadis itu sedang sibuk menyusun tumpukan buku sejarah baru di atas meja pendaftaran perpustakaan kota. Tangannya bergerak lincah menempelkan label kode peminjaman pada bagian punggung buku.
"Jessieca, apakah kamu bisa menggantikanku berjaga di loket depan ini selama sepuluh menit? Aku harus segera pergi ke kamar kecil sekarang juga," pinta Maya yang baru datang membawa setumpuk map dokumen anggota baru.
"Letakkan saja semua map itu di dalam keranjang sebelah kiri mejamu. Aku akan membereskan semuanya setelah jadwal pendaftaran keanggotaan publik resmi ditutup pada siang hari ini," jawab Jessieca tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor komputer.