Love Language: Ngerujak Setan

Nurul Adiyanti
Chapter #12

12. Pria Aneh?

Keesokan harinya tepatnya pada siang hari, di dalam gedung perpustakaan kota tempat Jessieca bekerja administrasi, suasana tampak ramai dipenuhi mahasiswa. Jessieca sedang duduk santai menyusun puluhan kartu keanggotaan baru.

"Jessieca, tolong bantu aku mengangkat tumpukan buku sejarah usang ini ke atas meja kerjamu sekarang juga," panggil Siska, rekan kerjanya yang bertubuh mungil, mengangkat kotak kardus besar bersusah payah.

"Kenapa kamu terus memaksakan diri membawa banyak buku berat sendirian dari gudang tanpa memakai lori dorong?" tanya Jessieca berdiri mengambil alih separuh beban kotak tersebut.

"Petugas keamanan gedung sedang pergi beristirahat makan siang," jawab Siska mengusap peluh di dahinya bernapas cepat membuang rasa lelah sangat panjang.

"Bicara soal keamanan, apakah matamu melihat keberadaan sosok pria berkemeja pucat di sudut gelap rak sejarah sana sedang berdiri diam menatap kosong meratap dinding tebal?" tanya Siska berbisik pelan menunjuk arah pojok ruangan takut. Jessieca melirik tajam ke arah sudut ruangan baca minim cahaya tersebut. Ia melihat kehadiran roh pria tembus pandang menyeramkan sedang menangis meneteskan air mata darah.

"Itu hanyalah mahasiswa biasa tingkat akhir yang kurang tidur karena pusing memikirkan revisi skripsi," jawab Jessieca berbohong menutupi fakta gaib.

"Abaikan saja pria aneh itu sekarang, mari kita lanjutkan mendata buku donasi ini secepat mungkin sebelum jam operasional perpustakaan ini tutup."

_ _

Pada waktu bersamaan melintasi kota, Kenzy sedang nongkrong asyik bersama rekan sesama pemengaruh media sosial di sebuah kedai kopi bergaya arsitektur industrial wilayah selatan.

"Kenzy, wajahmu terlihat sangat kurang bersemangat saat merekam adegan konten video promosi baju kasual sponsor kita tadi siang," tegur Aldo seraya menyesap minuman kopi susu dingin miliknya menggunakan sedotan plastik bening.

"Aku kurang tidur semalaman penuh karena terlalu banyak nyamuk nakal berkeliaran mendengung di dalam kamarku," kilah Kenzy enggan menceritakan kejadian horor menakutkan tentang penampakan tuyul.

"Makanya kamu lebih baik segera memutuskan pindah menyewa sebuah kamar di apartemen mewah tengah kota seperti tempat tinggalku," saran Tiara.

"Kamar kostku saat ini sudah terasa sangat nyaman dihuni setiap hari dan harga sewanya terbilang masih terjangkau untuk dompet hematku," bela Kenzy cepat menolak tawaran pindah tempat tinggal mewah tersebut.

Lihat selengkapnya