LOVE MIRACLE

Mega permata sari
Chapter #2

Bab 2#Ambisi

"selamat ya, sayang. Kamu berhasil meyakinkan Internal group untuk gabung bersama kita. Kamu memang hebat" seru Raya sembari merangkul Zain dari belakang. "Itu bukan hal yang sulit, Retro adalah salah satu perusahaan besar di Asia tidak mungkin perusahaan seperti Internal group mau melewatkan kesempatan emasnya untuk beradu gengsi dengan perusahaan kita." Sahut Zain dengan percaya diri.

"Kamu benar,sih. Ini memang kesempatan emas untuk dua perusahaan. Jadi, kapan kamu atur jadwal untuk pertemuan selanjutnya dengan Mr.Zhang?" "Kayaknya Papa kamu deh yang akan melanjutkan pertemuan selanjutnya." "Papa? Apaan sih, kenapa juga harus Papa langsung yang handle. Kan kamu yang pegang bagian ini, sayang" seru Raya dengan nada kesal. "Gak apa-apa sayang, sama aja" sela Zain dengan santai. "Tetap aja, itu berarti Papa belum sepenuhnya percaya sama kamu." Balas Raya dengan cemberut. "Aku gak peduli, yang penting itu kamu.." Zain menatap lembut kearah Raya. "..Kamu harus tetap percaya sama aku, jangan pernah ragu dengan apa yang aku lakuin. Semuanya untuk kebaikan kita, hmm?" Tatapan nya seolah mengisyaratkan ketakutan yang mendalam. "Iyaa, aku percaya sama kamu" tegas Raya dengan yakin, bahwa apa yang dilakukan lelakinya itu adalah untuk kebaikan mereka bersama.

"Oya, sayang. Aku mau tanya kenapa proposal NBC kamu ambil alih?" Zain terdiam sejenak dan menatap dengan santai kearah Raya. "Ehm, bukan apa-apa, aku cuma pengen tau alasan kamu aja." Seru Raya agak terbata, ia takut pertanyaan itu ditangkap Zain dengan arti yang berbeda. "Kamu curiga sama aku?" Ucap Zain dengan masih menatap Raya. Raya pun menjadi salah tingkah, benar saja apa dugaan nya. Zain pasti menganggap nya tidak mempercayainya, padahal Raya berniat hanya ingin tau alasannya saja. "Bu-bukan gitu sayang, aku cuma heran aja. Soalnya,kan. NBC pernah ditolak Papa karena daftar profitabilitas nya yang sedikit, terus kenapa harus..." Belum selesai Zain sudah memotong. "Justru itu, sebelum proposal itu diberikan oleh Papa kamu aku harus memeriksanya terlebih dahulu, mana tau ada keuntungan yang bisa kita ambil dari mereka walaupun sedikit. Kamu tau sendiri kan Papa kamu gimana, dia pasti langsung menolak proposal itu lagi saat tau profit yang didapat hanya sedikit, tapi bagiku kita gak boleh melewatkan keuntungan itu walaupun sekecil apa pun jumlahnya." Jelas Zain dengan percaya diri. Raya mengangguk kecil menyetujui pendapat nya. "Kamu benar, sih. Selagi itu tidak merugikan kita, why not?" Raya tersenyum bangga melihat lelakinya begitu berdedikasi tinggi terhadap pekejaannya.

"Kamu sendiri,gimana. Sudah bertemu dokter Sonya?" Tanya Zain mencoba mengalihkan topik. "Sudah" "gimana hasilnya?" "Seperti biasa dia hanya memberi obat" jawab Raya sekena nya, sejujurnya ia malas untuk membahas soal itu lagi. "Baguslah, aku percaya kamu pasti bisa sembuh tanpa perlu mimpi kejadian itu lagi" Raya hanya membalasnya dengan senyuman.

_______

Sementara itu ditempat lain...

Sebagai pemilik perusahaan yang tersohor membuat Abarra sang pemilik RETRO GROUP selalu mewanti wanti persaingan yang akan dihadapinya.

Perusahaan yang telah ia dirikan dengan hasil jerih payahnya sendiri ini merupakan ambisi tebesar dalam hidupnya.

Abarra tidak akan membiarkan siapapun mengusik dan menghalangi ambisinya tersebut.


"Robert, apa kauh sudah melaksanakan tugas yang aku berikan?" Ucapnya pada lelaki separuh baya yg sedang berdiri dihadapannya.


"Sudah Presdir, tapi belum ada progres nya. Semua informasi yg kami kumpulkan belum cukup untuk kita membuka kedok Mr.x tersebut " seru Robert dengan tegas dan penuh hati hati


"Selidiki terus dan cari tahu secepatnya! Aku ingin semua informasi itu didapat sebelum pelantikan Raiya menjabat sebagai Presdir " tegasnya dengan raut serius.


"Baik Presdir! Sesuai perintah " ucap Robert sambil menundukkan kepala dan berlalu pergi.


"Jangan terlalu memaksa diri, luangkan masa pensiun mu dengan berisitirahat ." Seru seorang wanita baya yg masuk berpapasan dengan keluarnya Robert.


"Aku belum pensiun, sebelum pelantikan Raiya dilakukan aku masih memiliki tanggung jawab untuk perusahaan " sahut Abarra serius.


"Percayalah Raiya pasti bisa menanganinya, dia anak yg cerdas dan berdedikasi tinggi. Hal semacam itu bukan sesuatu yg sulit untuknya." Cerca Marlin Wijaya, yg tak lain adalah istri Abarra.

Lihat selengkapnya