"Kamu sekarang sangat sibuk dengan nona milyarder itu, hingga baru sekarang kamu bisa menemui ku" sahut seorang wanita bule cantik yg menggelayut dibahu Zain.
"Banyak hal yg harus aku kerjakan, semua itu memakan waktu ku, maaf jika kamu merasa terabaikan Kim "
Seru Zain dengan menjauhkan bahunya dari senderan wanita itu.
"Tentu, aku sangat merasa diabaikan. Setelah apa yg sudah aku berikan padamu Zain .." imbuh wanita itu sambil terus menempel kebahu Zain.
"Sudah sering aku katakan, tugasmu sudah selesai. Kau bisa kembali ke Jerman kapanpun kau mau." Ucap Zain sembari berdiri , Zain berusaha menghindari sentuhan wanita bernama Kimberly herizhuof itu.
"Aku akan kembali jika kau ikut denganku, jika tidak aku tidak akan pernah mau kembali ke Jerman , paham?" Balas Kimberly kesal karena ia sadar sikap Zain yg menghindari nya.
"Tujuanku belum tercapai, bagaimana bisa aku kembali bersamamu Kim. Come on, jangan mempersulit keadaan" cetus Zain tak kalah kesalnya.
"Kau yg membuat semua ini menjadi sulit, kalau saja enam bulan yg lalu kau tidak berubah pikiran dan menaruh belas kasihan pada wanita itu, semua ini pasti sudah sel..."
Triiing!
Handphone Zain berbunyi.
Zain menatap layar handphone nya dengan raut wajah tegang, pasalnya Raiya menelpon disaat yg tidak tepat . Sebelum mengangkat telepon nya,
Zain mengacungkan jari telunjuk nya kebibir memberi isyarat pada Kimberly agar tidak bersuara .
"Hallo Raiya...ada apa?" Tanya Zain dengan hati hati
(Zain kamu dimana? Aku keruanganmu tapi kamu tidak ada.)
Seru Raiya diseberang telepon.
"Aku..aku barusan ada meeting diluar. Ada perlu apa kamu mencariku?" Seru Zain berusaha bersikap tenang.
(Ada hal penting yg ingin aku bicarakan, bisa kamu balik sekarang? Aku tunggu dirumah yaa)
"I-iya iya, aku balik sekarang." Seru Zain sedikit panik.
Zain menatap kearah Kimberly yg raut wajahnya sudah berubah menjadi semakin kesal.
Kim tau Zain akan pergi lagi meninggalkan nya.
"Kim..sorry, lain hari aku akan meluangkan waktu ku buat kamu. Kamu jangan telat makan, jaga kesehatan selalu. Aku pamit ya." Seru Zain sambil mengecup kening Kim.
Kimberly yg menerima kecupan itu tentu merasa sangat bahagia, meskipun kesal ia mencoba untuk memahami kondisi Zain saat ini.
________________
Dirumah, Raiya yg kembali lebih dulu memutuskan untuk membersihkan diri sebelum Zain kembali.
Memasuki kamar tiba tiba Raiya merasakan pusing, seketika ia merasa ruangan itu berputar putar. Ia meremas
Kepalanya menahan rasa pusing itu.
"Hsss kenapa kepalaku pusing sekali" rintih Raiya dengan pelan pelan berjalan merambat kearah ranjang.
Ia baringkan tubuhnya keatas ranjang sambil memejamkan mata.
Setelah ia merasa rasa pusing itu agak berkurang ia kembali membuka matanya perlahan.
Tak lama Zain pun pulang, ia masuk ke kamar dan menemui Raiya yg tengah berbaring dengan pakaian kantor, itu sesuatu hal yg tidak pernah Raiya lakukan. Sehingga Zain tahu ada sesuatu hal yang terjadi pada Raiya.
"Kamu kenapa sayang?" Seru Zain panik