LOVE MIRACLE

Mega permata sari
Chapter #7

Bab 7 # Seandainya

"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Robert kepada Aslan dengan tatapan curiga.

"Paman sendiri sedang apa?" Tanya Aslan yg tak kalah curiganya.

Selain menyelidiki Zain, Aslan juga mendapatkan tugas dari Raiya untuk menyelidiki kasus Liana Awwari. Raiya juga tak akan tinggal diam setelah tau temannya meninggal tanpa mendapatkan keadilan yg selayaknya. Raiya juga ingin mengusut semua kasus ini, dan memastikan apa yg dikatakan Kimberly bahwa ayahnya ikut terlibat adalah tuduhan palsu.

Robert yg mudah memahami situasi akhirnya paham mengapa Aslan ada berada ditempat yg mana tempat itu juga merupakan alasan Robert ada disana, yaa Robert juga mendapat tugas oleh Abarra untuk mengawasi seseorang disana.

"Apa kau sedang menyelidiki Antonio Peres? " Tebak Robert, karena tempat itu adalah kediaman yg selama ini dijadikan tempat persembunyian Antonio .

"Apakah paman melakukan hal yang sama?" Aslan juga sudah bisa menebaknya.

Yg membuat Aslan terkejut, jika pamannya juga melakukan hal yg sama itu berarti tindakan dan rencana nona Raiya sudah diketahui oleh Presdir Abarra .

"Kita memang sedang menyelidiki orang yg sama, tapi bisa saja tujuan kita berbeda " sahut Robert dengan raut wajah tegas.

"Maksud paman?...jadi benar bahwa selama ini Antonio berada dinaungan Presdir Abarra?" Tanya Aslan memastikan

Robert hanya diam ia tak bisa mengiyakan hal itu pada Aslan, hanya saja ia juga tak mau Aslan maupun Raiya terlalu ikut campur didalam urusan ini. Karena apa yg sedang mereka hadapi bukanlah lagi seorang Antonio Peres melainkan sang penguasa RETRO GROUP , Presdir Abarra.

"Apapun yg sedang kamu selidiki ataupun yg nona Raiya ingin ketahui..aku harap semuanya berakhir disini." Seru Robert terdengar seperti suatu peringatan.

"Tidak Paman! Sebagai keponakan seorang Robert yg terkenal akan loyalitas nya aku akan tetap menjalankan tugas dari nona Raiya , meskipun itu berarti aku harus menentang pamanku sendiri." Tegas Aslan dengan penuh percaya diri.

Robert tersenyum bangga kearah Aslan .

"Kau memang keponakan ku yg hebat! Aku bangga padamu, nak." Puji Robert dengan menepuk punggung Aslan .

"Tapi kali ini bukan soalan kau menentang diriku, nak. Tapi orang yg akan kalian hadapi jika kalian terlalu banyak tau persoalan ini. Kau cukup tau kan seperti apa tuan Abarra itu, dia tak akan membiarkan sesiapapun menghalangi jalannya." Ucap Robert memperingatkan.

"Tapi Paman..."

"Aslan..aku memahami posisi mu, kau hanya ingin menjalankan tugasmu dengan baik. Namun harus kau ingat, kita berada disatu naungan yg sama. Raiya dan Abarra, tidak mungkin kita memecah belah ikatan bapak dan anak ini, kan? Jadi tolong Hentikan! Jangan pernah mau terseret dalam urusan Abarra , kau akan menyesalinya." Jabar sang paman dengan tegas.

Aslan yg tadinya kekeh dengan pendiriannya kini mulai layu, karena apa yg dikatakan sang paman memanglah benar.

Raiya dan Abarra adalah sama sama tuannya, bagaimana bisa ia mengadu domba keduanya.

"Kembalilah dan katakan ini pada nona Raiya" seru Robert sambil berlalu.

Aslan pun menurut dan kembali ke kantor.


Lihat selengkapnya