LOVE MIRACLE

Mega permata sari
Chapter #10

Bab10# Plotwist mimpi 2

Ditempat lain diwaktu yg bersamaan langkah Raiya membawanya kesuatu tempat, dimana tempat itu menjadi momen terakhir nya bersama sahabat terbaik nya..

YA! Raiya kini berada didepan rumah Liana Awwari.

Entah apa yg ada dipikiran nya, setelah membaca artikel dari Aslan membuat hatinya terketuk untuk mengunjungi rumah ini.

Dengan segala ingatan yg membayanginya Raiya mendekati rumah itu.

Ia menatap kesemua sisi rumah, meski sudah lama tidak ditempati namun rumah itu masih terlihat seperti dulu. Zain benar benar merawat rumah itu dengan baik.

Raiya bergerak kesamping rumah, disana masih tersusun rapi kursi santai yg pernah ia duduki bersama Liana saat berkunjung kesana.

Ketika langkah nya mendekati kursi itu, Raiya gak sengaja tersandung lantai yg sudah rusak. Permukaan lantai itu terlihat tidak rata akibat sebagian lantainya pecah.

Saat ia hendak bangkit tak sengaja tangan Raiya menyentuh pintu samping yg membuat pintu itu sedikit terdorong.

Saat mengetahui pintu itu tidak terkunci, tentu rasa kangennya pada Liana membawa dirinya masuk kerumah itu.

Raiya melangkah pelan memasuki ruangan yg terlihat ada foto foto bertengger disana.

Ia mendekati foto itu berharap ia bisa melihat foto Liana disana.

Ia menatapi satu persatu foto foto itu, dari sekian foto disana Raiya terpukau pada satu foto dimana difoto itu Liana terlihat sedang bahagia. Ia tersenyum lebar difoto itu sendirian,.

Raiya sangat tau yg mengambil foto itu pasti adalah Zain.

Bagi Liana hanya ada satu orang yg selalu menjadi alasannya tersenyum bahagia seperti itu.

Saat Raiya mencermati isi foto itu, tiba tiba Raiya tertarik pada satu benda yg ada dibelakang Liana difoto itu.

Liana berdiri didepan sebuah mobil yg sepertinya Raiya mengenali mobil itu, ia seperti pernah melihat mobil itu sebelumnya.

Raiya teringat sesuatu saat ia berkunjung dimalam itu..

[ "Aku janji setelah baikan aku akan kembali bekerja, kamu jangan khawatir ya"

"Janji ya, aku tunggu dikantor"

"Iyaa"

"Emmm itu mobil kamu?" Seru Raiya sambil menatap kesebuah mobil yg sedang terparkir disana dengan keadaan tertutup/tersarung.

"Iyaa, kakak aku yg belikan. Lucu ya, katanya supaya aku gak kesulitan saat keluar rumah. Tapi sebelum dia benar-benar mengajari ku menyetir dia malah harus balek lagi ke Jerman.

Jadi...ya gitu hanya bisa terparkir aja dirumah akhirnya." Seru Liana dengan tawa kecil.

"Ya sudah..kapan kapan aku ajari nyetir ya" tawar Raiya dengan senang hati.

"Beneran Rai? "

"Beneran. Gini gini aku pernah jadi pembalap handal looh" cetus Raiya dengan guyonan.

Mereka tertawa bersama. ]

Ingatan itu terbayang lagi..

"Jadi..ini mobil itu?" Seru Raiya mengelus foto itu

Saat ia memandangi gambar mobil putih itu semakin Raiya merasa ada sesuatu yg terlewatkan dari memori yg dia ingat. Ia seperti pernah melihat mobil itu tapi bukan dirumah Liana. Karena saat itu kondisi mobil itu tertutup, tapi di ingatannya ia pernah melihat langsung mobil itu tapi dimana?

Raiya mencoba memfokuskan dirinya, ia mencoba mengingat akan hal itu..

Tetiba suara dengungan terasa didalam kepala nya, Raiya merasa kepalanya berdengung sangat hebat bersama gambaran gambaran kejadian yang ingin ia ingat. Potongan potongan memori muncul satu persatu dalam ingatan nya

Dan setelah ia mengingat tepatnya kejadian itu, seketika tubuhnya terasa goyah. Ia tak mampu menahan pijakan kakinya lagi. Raiya merasa langit telah hancur dan menimpah dirinya.

Foto yg ia pegang pun terjatuh dan pecah dilantai.

Dengan wajah yg pucat dan dada yg terasa sesak, Raiya mencoba untuk mengendalikan dirinya.

Ia menatap kefoto itu dan menangis tertahan memandangi mobil sedan berwarna putih itu.

YA! Mobil sedan putih itu persis seperti mobil yg menabrak nya 6bulan yg lalu. Raiya sangat mengenali mobil itu karena ia selalu memimpikan kejadian tragis tersebut.

Lihat selengkapnya