LOVE MIRACLE

Mega permata sari
Chapter #11

Bab 11 #Runtutan kejadian

Hari ini penobatan ku akan dilakukan, Papa mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan penurunan nya sebagai kepala direktur dan pastinya juga untuk menunjukkan kepada semua relasi dan direksi tentang kemajuan RetroGroup yang kini berhasil mencapai puncaknya atas keberhasilannya dalam membangun proyek besar kami yaitu MegaStar.


MegaStar merupakan proyek terbesar yang RetroGroup bangun disepanjang sejarah, karena proyek ini melibatkan 3 negara maju yg memiliki peran penting di industri internasional. Ketiga negara itu adalah Francis, Dubai dan juga jepang.

Papa berhasil membawa RetroGroup beradu gengsi dengan petinggi pengusaha di ketiga negara tersebut.


Tentunya itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa, diluar segala kendala yang RetroGroup alami selama pembangunan proyek besar tersebut. Hal itu akan menjadi momen yg sangat luar biasa untuk dikenang, dan itu tidak akan mungkin dilewatkan begitu saja oleh seorang yg bernama Abarra.


Disela-sela semua kemeriahan ini aku hampir tidak bisa menyembunyikan kegundahan yg ada didalam hatiku.

Hari dimana pernah aku impikan kini terasa semua tidak berarti sama sekali.

Aku masih berharap dihari ini hari dimana aku menopang tanggung jawab yg lebih besar sebagai kepala direktur utama

Ada sosok suami yg berdiri disamping ku dengan senyuman lebarnya serta tatapan bangganya menyoroti mataku.

Tapi semua itu hanyalah khayalan semu ku yg dengan konyol nya terus terbayang dibenakku.


"Selamat nona Raiya untuk penobatanmu sebagai CEO yg baru.."

Seruan wanita ini memudarkan lamunanku.

"Terimakasih Nyonya Ruqsa weelison, terimakasih juga atas kehadiran Anda Nyonya..saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik."

"Tentu.. DubaiFirst akan sangat terbantu dengan kehadiran seorang seperti anda di RetroGroup nona Raiya. Jelas sekali dengan prestasi yg anda miliki membuat kami tidak ragu untuk bergabung di perusahaan ini."

Seru wanita itu dengan logat nya yg minim.

"Ah, anda bisa saja Nyonya Ruqsa. Kami juga sangat berterimakasih dengan adanya seseorang yg kompetitif seperti anda disini.." perasaanku mulai tak enak saat wanita ini melihatku secara seksama.

"Tapi mohon maaf, mata saya yg salah menilai atau memang pakaian anda yg membuat anda terlihat lebih berisi nona Raiya.." celetuknya dengan raut wajah manipulatif

Sudah kuduga wanita ini tidak terlihat seperti luar nya, dia memujiku dari tadi dan barusan dia ingin mengatakan bahwa aku terlihat GEMUK??

Dasar wanita sialan!!

"Oo yaa? Apa saya terlihat begitu? Mungkin style yg saya kenakan ini yg membuat mata anda menilai seperti itu"

Meski aku tahu apa yg dia katakan itu benar tapi tetap saja aku merasa tersinggung dengan perkataan nya itu.

"Haha maaf nona Raiya, saya tidak bermaksud begitu"

"Ya ya..tidak masalah.."

"Permisi nona.."

Tiba tiba Aslan datang menghampiri ku, aku merasa terselamatkan dari perbincangan menjengkelkan ini.

"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.."

Dengan sergap aku langsung mengakhiri dialog ku dengan wanita ular itu.

"Maaf nyonya Ruqsa saya tinggal sebentar"

Kulihat tatap wajahnya yg mengecewakan tapi justru aku merasa legah.

Aku mengikuti Aslan menjauhi ruangan yg hiruk pikuk itu, melihat wajah serius Aslan aku yakin ada sesuatu yg penting .

"Ada apa?"

"Nona..tuan Zain ingin bertemu dengan anda."

Mendengar Aslan menyebutkan nama itu membuat perasaan jengkelku terhadap wanita tadi berubah..

Kini tubuhku terasa bergetar, aku tidak tahu harus memberi respon apa. Tapi dibalik semua perasaan bingung yg ada dibenak ku, aku lebih bingung lagi dengan sikap Aslan.

Kenapa ia menemuiku dan memberitahukan hal ini padaku, seolah aku menginginkan nya. Aslan bisa saja menolak permintaan Zain mentah mentah tanpa harus menyampaikan nya padaku.

"Maaf Raiya..sebagai pekerja aku akan mengusir Zain dari sini, tapi sebagai teman aku rasa kau perlu mendengar penjelasan darinya.." tuturnya dengan sendu.

Aku merasakan ketulusan dari Aslan. Aku yakin Aslan sudah memikirkannya baik baik sebelum melakukan semua ini.

"Zain menunggu di villa keluarga saya, apa anda ingin saya antar atau.."

"Saya bisa sendiri. Terimakasih Aslan , tolong urus semua keadaan disini selama saya pergi."

"Anda tak perlu khawatir nona, saya akan menghandle semuanya "

"Thank you " aku memeluknya sebagai teman. Sejauh ini hanya Aslan yg lebih memahami aku. Dan aku bangga memiliki dia sebagai orang yang aku percaya.


_____________


Satu jam sebelumnya...

Lihat selengkapnya