Rumah adalah tempat kita singgah, istirahat dan juga tempat kita memadu kasih dan sayang.
Apa jadinya jika rumah itu menumbuhkan luka, yang tidak lagi membuat siapa yang tinggal akan nyaman tinggal disana.
Saat mengingat masa lalu, Umar seakan ingin menyerah dulu, tapi saat melihat masa kini, Umar jadi tau, semua itu memang harus ia alami, ia jalani dan ia rasakan, untuk menjadikan ia sekuat ini, setegar ini dan masih tetap bisa berdiri walau dari luka yang tumbuh dari keluarganya sendiri.
Sekarang Umar sudah mengurangi untuk mengingat hal yang buruk walau tidak mudah melupakan, tapi istrinya Lestari seakan mampu menjadi perisainya sekarang dan mampu mengontrol Umar dengan baik, entah itu luka ataupun rasa.
Umar bukan laki-laki yang sempurna untuk menjadi ayah ataupun suami, tapi ia ingin berusaha semampunya untuk menjaga keluarga kecilnya yang sangat ia cintai dan sayangi.