Blurb
Bagi Ghea, berbakti adalah membenci apa yang mamanya benci, termasuk membenci Papa.
Selama bertahun-tahun, rumah mereka adalah medan perang yang sunyi. Ghea berdiri di garda terdepan sebagai tameng bagi Mama yang rapuh, sekaligus menjadi hakim bagi Papa yang menjadi pengkhianat tak berperasaan. Dia tumbuh dengan mencerna isak tangis Mama dan cerita tentang keegoisan Papa, hingga kebencian itu mengakar dan menjadi napasnya.
Namun, sebuah kecelakaan maut merenggut Papa, menyisakan keheningan yang jauh lebih menyesakkan.
Di tengah duka yang berantakan, Ghea menemukan sebuah rahasia yang selama ini terkunci rapat. Satu per satu, kepingan fakta mulai berbenturan dengan ingatan buruknya tentang Papa, memaksa Ghea mempertanyakan kembali semua hal yang selama ini dia anggap sebagai kebenaran.
Saat topeng-topeng di rumah mulai retak, Ghea harus menghadapi pertanyaan paling menyiksa dalam hidupnya. Bagaimana jika selama ini dia telah merawat luka yang salah sasaran?