Blurb
Di masa depan, manusia tidak lagi harus belajar untuk menjadi ahli.
Cukup berkedip, sebuah implan bernama Lumen dapat menyewakan keterampilan, ingatan, bahkan kemampuan kognitif dalam hitungan detik. Bagi masyarakat Sektor Atas, teknologi adalah kemudahan. Namun bagi mereka yang hidup di Sektor Bawah, kemampuan untuk bertahan hidup justru memiliki harga yang semakin mahal.
Kaien adalah salah satu dari sedikit manusia yang tidak dapat menggunakan Lumen. Ia menjalani hidup dengan cara lama: belajar, berlatih, gagal, mengingat, lalu mencoba lagi.
Ketika adiknya, Valerie, mulai kehilangan kenangan akibat terus-menerus menyewa memori untuk mempertahankan pekerjaannya, Kaien dihadapkan pada satu pilihan. Ia harus mendapatkan lisensi memori permanen sebelum kenangan Valerie tentang keluarga mereka benar-benar lenyap.
Satu-satunya kesempatan adalah memenangkan sebuah turnamen mekanik yang dipenuhi peserta dengan implan kognitif tercanggih.
Di dunia yang menganggap manusia tanpa teknologi sebagai sesuatu yang tertinggal, mampukah seorang anak Sektor Bawah membuktikan bahwa ada hal-hal yang tidak dapat disewa, diunduh, ataupun dihitung oleh mesin?
Karena mungkin, ingatan bukan sekadar data. Dan menjadi manusia bukan sekadar kemampuan.