LUMINOS: Perempuan dari Balik Bayangan

riza adi wicaksono
Chapter #4

Hening di Apartemen

Apartemen itu terletak di lantai 23, menghadap langsung ke gemerlap kota. Dindingnya putih pucat, lantai kayu cokelat muda, dan jendela besar menjadi satu-satunya alasan tempat itu terasa hidup.

Tidak ada foto. Tidak ada hiasan. Tidak ada identitas.

Seolah penghuninya hanya menumpang sementara, atau tidak yakin akan tinggal cukup lama untuk meletakkan sesuatu yang bersifat permanen—seperti dirinya sendiri.

Begitu pintu tertutup, Vini bersandar pada dinding dan menghela napas panjang—napas yang terasa seperti telah ia tahan sepanjang hari.

Seharusnya aku nggak senyum… tapi kenapa tadi rasanya begitu mudah?

Ia menutup mata. Di kegelapan itu, wajah Ron muncul seperti refleksi kaca yang retak—ramah, tenang, tapi terlalu tajam untuk disentuh.

Lihat selengkapnya