LUMINOS: Perempuan dari Balik Bayangan

riza adi wicaksono
Chapter #43

Tanah yang Mulai Bergerak

Candlelight dinner di L’Amour—yang seharusnya menjadi puncak romansa—berakhir dengan pertanyaan yang menggantung berat di antara mereka.

Mobil hotel melaju meninggalkan gemerlap pusat kota Tanjung Solara. Cahaya restoran mewah perlahan tertelan oleh kegelapan jalan pesisir yang lengang, menyisakan kabin mobil dalam suasana yang tak terucap.

Hanya dengung mesin dan suara ombak jauh yang sesekali menyusup lewat celah jendela.

Ron duduk di kursi belakang bersama Vini. Jarak beberapa sentimeter di antara mereka terasa seperti jurang yang baru saja terbuka—tak terlihat, namun nyata.

Vini memandang lurus ke depan. Punggungnya tegak, wajahnya kembali netral—terlalu rapi, terlalu terkendali. Seperti seseorang yang baru saja merapikan reruntuhan di dalam dirinya sebelum ada orang lain yang sempat melihat debunya.

Ron menoleh, memperhatikan profil wajah itu. Ia tidak langsung bertanya. Naluri lamanya memilih menunggu—naluri yang dulu menyelamatkannya, sekaligus pernah menghancurkannya—hingga ketegangan di udara sedikit mereda.

“Vin,” panggil Ron akhirnya, suaranya nyaris seperti bisikan.

“Kamu nggak apa-apa?”

Vini mengangguk cepat. Terlalu cepat untuk jujur.

“Iya. Cuma capek.”

Ron tidak membantah. Namun saat mobil melewati tikungan panjang, lampu jalan menyapu wajah Vini sesaat—dan di detik singkat itu, ia melihatnya.

Bukan ketakutan biasa.

Bukan kepanikan seseorang yang lelah.

Itu kewaspadaan—jenis kesiagaan naluriah yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang pernah hidup dengan taruhan nyawa.

“Pria tadi,” ujar Ron pelan, memilih kata seolah sedang melangkah di ladang ranjau.

“Dia bukan orang asing buatmu, ya?”

Vini menghela napas kecil. Bukan napas lega—melainkan helaan seseorang yang sadar bahwa pintu rahasia yang ia jaga terlalu lama kini mulai terbuka.

“Dia cuma… kenalan lama,” jawabnya singkat.

Ron menatap refleksi dirinya di kaca jendela—wajah yang tampak gusar malam itu.

“Kenalan yang memanggilmu dengan nama lain?”

Lihat selengkapnya