LUMINOS: Perempuan dari Balik Bayangan

riza adi wicaksono
Chapter #47

Cahaya di Ruang yang Redup

Langit siang meluruh dengan cepat, membungkus Kota Billboard dalam cahaya abu-jingga yang kusam. Di dalam apartemen, keheningan terasa begitu berat hingga detak jam dinding terdengar seperti hantaman palu—teratur, tak peduli, dan tak bisa dihentikan.

Ketika bel pintu berbunyi dua kali, Vini tersentak hebat. Jantungnya menghantam rusuk, refleks lama yang belum sepenuhnya mati—sampai sebuah suara riang menembus daun pintu kayu itu.

“Kak Viniii! Ini aku, Okky! Kak Ron nyuruh aku datang nemenin Kakak!”

Nada ceria itu seperti cahaya yang memecah udara pengap di ruangan. Vini menarik napas panjang, memaksa senyum naik ke wajahnya yang pucat, lalu membuka pintu.

“Hey, Ky…”

Okky langsung melompat kecil masuk, menenteng kantong plastik besar berisi camilan dan dua kotak jus lemon dingin.

“Aku beli snack favorit Kak Vini! Aku pikir Kakak butuh teman sore ini biar nggak bosan nunggu Kak Ron!”

Vini menatap wajah muda di depannya—polos, jujur, dan sepenuhnya bebas dari bayang-bayang gelap yang kini merayap di balik kaca jendela apartemennya. Senyumnya melembut, meski sorot matanya masih menyimpan sesuatu yang belum sepenuhnya reda.

“Terima kasih, Ky. Ron baik sekali sampai menyuruhmu ke sini.”

Okky duduk di sofa, mulai membongkar camilannya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

“Tiap kali kesini, apartemen Kak Vini selalu cantik, ya. Aku lebih betah di sini daripada kosku sendiri. Dan—eh, itu bunga mawar dari pemotretan kemarin, ya? Masih ada?”

Vini melirik vas bunga di sudut meja.

“Iya. Sisa dari resor kemarin. Aku belum sempat membuangnya.”

Okky mengendus udara pelan.

“Masih wangi. Wangi mawar… dan wangi rumah.”

Vini ikut duduk di sampingnya. Ia tertawa kecil, berusaha menyesuaikan diri dengan energi Okky, meski ada ruang sunyi di dalam dirinya yang tetap tak tersentuh.

“Kak Ron sekarang sibuk banget, ya?” celoteh Okky. “Dulu aku kira dia cuma fotografer freelance.”

“Dia masih di media berita yang sama,” jawab Vini tenang. “Sekarang lagi lembur. Ada liputan penting.”

“Oh… ngomong-ngomong soal berita,” Okky mencondongkan tubuh, matanya berbinar. “Akhir-akhir ini heboh banget loh soal Dion Hartanta. Kakak dengar, kan?”

Nama itu menghantam Vini seperti godam.

Bahunya menegang seketika. Senyum di wajahnya membeku setengah jadi.

“Kamu… tahu dari mana nama itu, Ky?”

Lihat selengkapnya