Lyra Avelis

Chafid Firman
Chapter #14

BAB 14 — SUARA YANG KEMBALI PULANG

"Kau salah lagi."

Ny. Holton mendongak dari buku yang sedang dibacanya, alis terangkat mendengar nada suara Lyra yang jelas tidak setuju dengan sesuatu yang baru saja dikatakannya, nada yang jauh berbeda dari gadis pendiam dan patuh yang pertama kali ia temukan tergeletak di tepi hutan beberapa bulan lalu.

"Salah apa?"

"Kau bilang tadi, Familia Corvin menguasai arsip karena mereka paling tua di antara Sembilan Familia. Tapi di buku yang kau kasih aku minggu lalu, tertulis Familia Ilyandra yang paling tua, bukan Corvin." Lyra menyilangkan tangan, menatap Ny. Holton dengan ekspresi yang tidak lagi menahan diri seperti biasanya. "Jadi salah satu dari kalian salah. Buku itu, atau kau."

Untuk sesaat, Ny. Holton hanya menatapnya, dan Lyra sempat khawatir sudah melangkah terlalu jauh — sampai sudut bibir perempuan itu berkedut, menahan sesuatu yang terlihat sangat mirip dengan geli.

"Kau benar," katanya akhirnya, meletakkan bukunya. "Ilyandra memang lebih tua. Aku keliru menyebutnya. Kau memperhatikan detail dengan cukup baik untuk menangkap itu."

"Aku memperhatikan semuanya. Kau yang mengajariku begitu." Lyra mengangkat bahu, tapi ada sesuatu di wajahnya — sedikit rasa bangga yang tidak lagi ia sembunyikan seperti dulu, ketika setiap emosi terasa terlalu berat untuk ditunjukkan.

"Baiklah, Nona Detail," kata Ny. Holton, nada bercanda yang jarang ia tunjukkan sebelumnya, "kalau begitu coba jawab ini — familia mana yang menguasai jalur dagang laut ke Tessane?"

"Sarenne," jawab Lyra tanpa ragu. "Dan mereka terkenal oportunis, akan berpihak pada siapa pun yang paling menguntungkan dagang mereka."

"Bagus. Dan yang menguasai distrik hukum di jantung Noctherra?"

"Lohgard. Mereka seharusnya menjaga independensi peradilan, tapi kau bilang sendiri itu gagal total di praktiknya."

Ny. Holton mengangguk puas, menyilangkan tangan di dada. "Kau menghafal lebih cepat dari yang kuduga, Lyra. Kalau kau terus begini, aku mulai yakin ujian masuk Elite Castle bukan lagi soal apakah kau bisa lolos, tapi soal seberapa tinggi peringkatmu nanti."

Pujian itu terasa hangat di dada Lyra, jenis kehangatan yang sudah lama tidak ia rasakan sejak kata-kata pujian terakhir dari ayahnya sendiri, bertahun-tahun yang terasa begitu jauh sekarang.

Ny. Holton memerhatikannya lebih lama dari biasanya, dan Lyra bisa melihat sesuatu di matanya — bukan cuma penilaian seperti bulan-bulan pertama, tapi sesuatu yang lebih hangat, lebih dekat dengan kekaguman yang tidak terucap.

"Kau tahu," kata Ny. Holton, "beberapa bulan lalu, kau nyaris tidak bicara sama sekali kecuali kalau ditanya langsung. Sekarang kau membantahku soal sejarah Sembilan Familia tanpa ragu sedikit pun."

Lyra terdiam sejenak, menyadari kebenaran dalam kata-kata itu. Ia memang sudah berubah, meski perubahan itu terjadi begitu perlahan sehingga ia sendiri hampir tidak menyadarinya sampai seseorang menunjukkannya secara langsung seperti ini.

"Apa itu buruk?" tanyanya, sedikit ragu.

"Itu artinya kau kembali jadi dirimu sendiri," jawab Ny. Holton, senyumnya kali ini penuh, sampai ke matanya. "Dan aku sangat senang melihatnya."

• • •

Musim sudah berganti dua kali sejak Lyra pertama kali tiba di rumah kecil itu, hampir setengah tahun sudah berlalu sejak malam ia ditemukan tergeletak di tepi jalur hutan, hampir mati kedinginan dan kelaparan. Rambutnya sudah tumbuh lebih panjang, tubuhnya lebih kuat dari latihan rutin yang diberikan Ny. Holton, dan yang paling penting, sesuatu di dalam dirinya mulai terasa utuh kembali, meski tidak akan pernah sepenuhnya sama seperti sebelum Bonsiva hancur.

Lihat selengkapnya