Lyra menemukan medali kecil itu secara tidak sengaja, tersembunyi di dasar peti kayu yang sama tempat ia pernah bersembunyi dari prajurit kerajaan, tepat ketika Ny. Holton memintanya untuk mencari kain flanel tambahan guna memperbaiki jaket musim dingin yang akan dibawanya nanti ke Elite Castle.
Peti tua itu penuh sesak dengan barang-barang yang sudah lama sekali tidak pernah tersentuh tangan siapa pun—kain-kain tua yang sudah tidak terpakai, beberapa alat jahit berkarat, dan di dasarnya, terbungkus kain sutra yang sudah pudar warnanya, benda kecil yang berkilau samar ketika cahaya sore menembus jendela dan jatuh tepat di atasnya.
Benda itu kecil, terbuat dari perak yang sudah menghitam oleh waktu, berbentuk lambang yang tidak Lyra kenali—seekor elang dengan sayap terentang penuh, mencengkeram sesuatu yang menyerupai gulungan kertas di cakarnya. Di baliknya, terukir tulisan kecil yang sudah hampir tidak terbaca: dua inisial, "A" dan "V", diikat oleh simbol hati sederhana.
Ia baru saja mengangkat medali itu untuk melihatnya lebih dekat ketika suara Ny. Holton terdengar dari belakangnya, tajam dan mendadak. "Letakkan itu."
• • •
Lyra berbalik, terkejut oleh nada suara yang belum pernah ia dengar sebelumnya—bukan marah, tapi sesuatu yang jauh lebih rapuh, seolah satu benda kecil itu bisa meruntuhkan seluruh pertahanan yang selama ini dibangun Ny. Holton dengan susah payah.
"Maaf," kata Lyra, cepat, meletakkan medali itu kembali ke dasar peti. "Aku tidak bermaksud—"
"Tidak apa-apa." Ny. Holton menarik napas panjang, matanya masih terpaku pada medali itu meski tubuhnya tidak bergerak mendekat. "Kau tidak melakukan kesalahan apa pun. Hanya... aku tidak menduga akan melihatnya lagi secepat ini."
Ada keheningan yang canggung setelah itu, dan Lyra, meski penasaran setengah mati, cukup bijaksana untuk tidak langsung bertanya. Tapi Ny. Holton sendiri yang akhirnya bergerak, melangkah mendekat, dan mengambil medali itu dengan tangan yang sedikit gemetar.
"Aku rasa sudah waktunya," katanya, lebih pada dirinya sendiri daripada pada Lyra. "Kau akan pergi dalam beberapa bulan. Kalau aku tidak menceritakan ini sekarang, mungkin aku tidak akan pernah punya keberanian untuk melakukannya."
• • •
Mereka duduk di dekat perapian, seperti biasa, tapi malam itu terasa berbeda—lebih berat, lebih penuh dengan sesuatu yang sudah lama tertahan.
"Namaku bukan hanya Ny. Holton," kata Ny. Holton, memulai dengan pengakuan yang membuat jantung Lyra langsung berdegup kencang. "Itu nama yang kuciptakan sendiri, bertahun-tahun lalu, ketika aku memutuskan versi diriku yang lama harus mati agar aku bisa bertahan hidup."
"Siapa nama asli Anda?"
"Itu akan datang," kata Ny. Holton, tidak sepenuhnya menjawab. "Biar aku bercerita dengan caraku sendiri, Lyra. Kalau aku melompat langsung ke akhir, aku tidak yakin bisa menyelesaikan seluruh ceritanya."
Lyra mengangguk, memaksa dirinya untuk sabar meski setiap sel di tubuhnya ingin segera tahu semuanya.
"Sebelum Zuen Zion naik takhta," lanjut Ny. Holton, "ada sengketa suksesi yang tidak banyak diceritakan dalam catatan resmi kerajaan—sengaja dihapus, kurasa, oleh mereka yang menang. Ayah Zuen, Raja sebelumnya, punya dua calon pewaris yang sah: Zuen sendiri, dan seorang sepupu jauh bernama Alden Zion, yang didukung sebagian besar Dewan Sembilan Familia karena dianggap lebih bijaksana, lebih peduli pada rakyat biasa dibandingkan Zuen yang lebih condong pada kepentingan militer dan ekspansi."
"Aku tidak pernah mendengar nama itu," kata Lyra. "Tidak ada yang pernah menyebutkan Alden Zion, bahkan di buku sejarah yang Anda berikan padaku."
"Tentu saja tidak," kata Ny. Holton, nada pahit dalam suaranya. "Sejarah ditulis oleh mereka yang menang, Lyra. Zuen dan orang-orang di sekelilingnya memastikan nama Alden dihapus sepenuhnya dari catatan resmi, seolah ia tidak pernah ada, seolah tidak pernah ada pilihan lain selain Zuen sejak awal. Itulah kekuasaan sejati—bukan hanya memenangkan pertempuran, tapi menulis ulang kenyataan sehingga tidak ada yang ingat pernah ada pertempuran sama sekali."
Kata-kata itu menempel di benak Lyra, menggemakan kecurigaannya sendiri soal bagaimana Familia Avelis bisa dihapus begitu bersih dari Kitab Silsilah—pola yang sama, kekuasaan yang sama, digunakan berulang kali oleh orang-orang yang sama untuk mengubur kebenaran yang tidak menguntungkan mereka.
• • •