LYRA LIBEY : SANG PEWARIS

B.C.X
Chapter #7

RAK

Di jantung Distrik Rigyard, berdiri kawasan yang tidak pernah benar-benar tidur. Sebuah kompleks pemerintahan Kekaisaran Zykbrad yang dikelilingi tembok granit setinggi belasan meter. Di balik gerbang baja berlapis lambang elang emas kekaisaran, puluhan bangunan batu berjajar rapi, dihubungkan lorong-lorong beratap lengkung dan halaman luas yang dijaga prajurit Legion siang maupun malam.

Di sisi timur berdiri Balai Administrasi Pajak, tempat ribuan dokumen upeti dari seluruh Negeri Ruky diperiksa setiap hari. Tidak jauh darinya terdapat Gedung Keuangan Kekaisaran, tempat emas, batubara, dan hasil tambang dicatat sebelum dikirim menuju ibu kota pusat Zykbrad.

Di bagian paling belakang kompleks, terpisah dari hiruk-pikuk para pegawai, menjulang sebuah bangunan batu obsidian tiga lantai yang nyaris tanpa jendela. Di sanalah para pejabat tertinggi Negeri Ruky menjalankan urusan yang tidak pernah dicatat untuk rakyat.

Tepat di lantai paling atas bangunan tersebut,

Ruangan kerja Master Josh Hardsun nyaris tidak memiliki warna selain hitam dan emas. Dinding batu obsidian memantulkan cahaya api dari tungku besar di sudut ruangan, sementara lambang Zykbrad Empire terukir raksasa di belakang kursi tinggi tempat Utusan Agung termuda Kekaisaran itu duduk. Di usia dua puluh delapan tahun, Josh Hardsun telah memimpin lebih banyak operasi negara daripada kebanyakan pejabat senior yang berusia dua kali lipat darinya.

Di atas meja kayu hitamnya terbentang sebuah laporan tebal bercap segel merah.

ARSIP TERLARANG — STATUS: HILANG

Josh menutup laporan itu perlahan. Ketukan jemarinya di atas meja memutus hening. “Sudah dipastikan?” tanyanya datar.

Di hadapannya berdiri seorang pria tinggi dengan jubah Legion abu tua dan zirah hitam tanpa hiasan berlebihan. Kael Draven. Di usianya yang menginjak empat puluh tahun, wajah penuh bekas luka tipis itu menegaskan reputasinya sebagai komandan yang tidak pernah gagal dalam perburuan. Seorang prajurit yang loyal sepenuhnya pada Kekaisaran, bukan pada permainan politik para bangsawan.

Kael menundukkan kepala pendek. “Ya, Master Josh. Yang dicuri adalah sebuah perkamen asli dari Arsip Bawah Tanah. Catatan sejarah sebelum Kekaisaran Zykbrad.”

“Ruangan itu adalah tempat yang sangat rahasia. Bagaimana seseorang bisa tahu.” Josh terdiam. Jemarinya yang menopang dagu terhenti, matanya menajam dingin memotong keheningan ruangan.

"Bukankah seluruh catatan era itu sudah dimusnahkan total empat ratus tahun lalu?" tanya Josh, suaranya rendah namun penuh penekanan. "Kekaisaran memastikan tak ada selembar naskah kuno pun yang tersisa."

"Sepertinya ada beberapa arsip yang berhasil diselamatkan secara rahasia di masa lalu," jawab Kael. "Dan disimpan jauh di dasar Arsip Bawah Tanah tanpa pernah dicatat dalam inventaris umum. Jumlah pastinya belum diketahui."

Josh menyandarkan tubuhnya perlahan ke kursi. “Isinya?”

Kael menggeleng pelan. “Bagian itu diklasifikasikan tingkat Dewan Elite Kekaisaran.”

Josh berdiri dari kursinya, melangkah perlahan menuju jendela besar yang menghadap hamparan gemerlap cahaya malam Rigyard. “Jika seseorang mencuri dokumen itu, berarti ada orang yang sedang mencari masa lalu yang tidak ingin kita bangkitkan,” gumam Josh. Ia menoleh setengah badan, menatap Kael dengan mata kelamnya. “Temukan pencurinya sebelum dokumen itu dilihat oleh orang yang salah.”

_____

Jauh sebelum matahari tenggelam sore tadi, saat Ricky Rayndale telah memberikan kunci kepada Lyra.

“Pergilah ke ruang arsip bawah tanah. Masuklah sendiri,” kata Ricky sore itu.

“Memang ada ruangan seperti itu.? Apa yang harus aku lakukan?” tanya Lyra.

Ricky menjelaskan serius. “Pergilah ke sisi timur perpustakaan, cari patung kuno yang disana. Ketika kau sudah di dalam dan melihat suatu rak atau etalase kaca yang janggal seperti di buka paksa, kau carilah sesuatu yang bisa menjadi alat bukti pencurian di dekatnya dan bawa kepadaku.”

“Kenapa tidak kau saja yang masuk dan mencarinya ?” tanya Lyra lebih dalam.

Lihat selengkapnya