LYRA LIBEY : SANG PEWARIS

B.C.X
Chapter #11

JENDELA

Ruang kerja Komandan Markas Legion Rigyard terasa membeku. Lampu minyak di atas meja kayu tebal berkilat memantulkan siluet dua pria yang saling berhadapan.

"Sudah seminggu, Kael. Dan kita masih berputar-putar di tempat tanpa titik terang," suara Josh pecah membelah keheningan. Pemuda itu berdiri di depan jendela besar, menatap tajam ke arah kegelapan Ibu Kota.

Kael menunduk, tak berani menatap langsung. "Pasukan kita sudah menyisir seluruh Sektor Bawah, Tuan Josh. Namun pencuri arsip terlarang itu seperti lenyap ditelan bumi."

Josh berbalik pelan. Wajahnya yang muda tampak tenang, namun sepasang matanya menyiratkan kebuasan yang tertahan.

"Kekaisaran Pusat tidak mau tahu alasanmu, Kael. Jika dalam waktu dekat kita tidak menemukan pencurinya, dewan pusat akan menegurku," bisik Josh seraya melangkah mendekat. "Dan percaya padaku, teguran dari Pusat bukanlah sesuatu yang menyenangkan."

Kael menahan napas saat Josh menepuk pundaknya pelan, namun tekanannya begitu berat.

"Aku merangkak dari lumpur Negara Barat untuk berada di posisi ini," lanjut Josh dengan nada dingin tanpa emosi. "Ayahku mendidikku dengan sangat keras... tanpa ampun. Setiap kegagalan dibayar dengan darah. Jadi, ingat baik-baik perkataanku, Kael... Jika ketidakmampuanmu membuatku gagal dalam misi ini, aku sendiri yang akan memotong lehermu."

Bulu kuduk Kael berdiri seketika. Hawa dingin merayap di tengkuknya. Ia tak menyangka orang semuda Josh menyimpan aura kejam yang begitu mengerikan.

Josh menarik tangannya kembali.

"Jawab aku, Kael..." tanya Josh datar. "Apa kau sudah memeriksa para pemuka agama?"

 

Di saat yang sama, malam kian melarut di kediaman Profesor Kynd di Distrik Utama Rigyard.

Di dalam ruang perpustakaan pribadi yang hangat, lembaran-lembaran dokumen tua dan buku sejarah tebal berserakan di atas meja kayu gelap. Di bawah pendar lampu meja, Lyra duduk tekun. Jarinya bergerak cepat menelusuri tiap baris tulisan.

"Lihat ini, Ricky," panggil Lyra pelan, matanya tak beralih dari perkamen.

Ricky mencondongkan badan. "Kau menemukan sesuatu?"

"Catatan sejarah seratus dan dua ratus tahun lalu ini murni propaganda," terang Lyra lugas. "Tidak ada informasi mengenai kondisi rakyat. Semuanya hanya berisi puji-pujian atas kemenangan Kekaisaran Zykbrad dan pendirian kultus agama yang mendoktrin rakyat untuk menyembah Kekaisaran sebagai satu-satunya penyelamat umat manusia."

Lyra membalik halaman perkamen rapuh lainnya. "Tapi lihat catatan tiga ratus tahun lalu... ada celah. Tercatat pernah terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh kelompok yang menamai diri mereka Rabelion."

Ricky menatap Lyra dengan decak kagum. "Kau bisa menyimpulkan benang merah dari tumpukan dokumen acak ini hanya dalam waktu sejam?"

Lihat selengkapnya