Maaf! Setannya Lagi Cuti

PapaDi_YSELnury
Chapter #31

KATA PENUTUP (AFTERWORD)

Dari Lantai 12 ke Kerasnya Aspal, Menuju Kemerdekaan.

Selamat datang di garis akhir.

Jika kalian membaca tulisan ini, berarti kalian baru saja menyelesaikan perjalanan 30 hari yang (saya harap) sukses mengaduk-aduk batin, memancing emosi, dan mungkin... membuat kalian sesekali berkaca pada layar HP yang sedang mati.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sudah mau menemani Hanif menggelandang di aspal ibukota, dan terima kasih sudah mau menahan amarah melihat kemunafikan Hafiz yang pada akhirnya hancur lebur di lorong rumah sakit. Waktu dan emosi yang kalian investasikan untuk membaca novel ini adalah apresiasi tertinggi bagi saya sebagai penulis.

Saat pertama kali merancang "Maaf! Setannya lagi Cuti", saya sama sekali tidak berniat membuat sebuah novel religi yang manis, penuh dengan tokoh bersorban yang sempurna, atau penyelesaian masalah yang turun dari langit bak sinetron azab.

Saya ingin menulis sebuah tamparan.

Saya ingin menelanjangi realita kelas menengah kita hari ini. Realita di mana orang lebih takut terlihat miskin di Instagram daripada takut tercekik lintah darat (Pinjol). Realita di mana validasi tetangga jauh lebih disembah daripada ketenangan batin sendiri. Melalui Hanif dan Hafiz, saya ingin menunjukkan bahwa iblis yang sesungguhnya di era modern ini tidak bertanduk dan berwajah seram. Iblis kita hari ini berwujud gengsi, flexing, dan tuntutan gaya hidup yang tak ada habisnya.

Lihat selengkapnya