Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #1

Bab 1 | Izinkan Aku Menikah Lagi

"A-apa?" Embun tergagap disertai bulir bening yang lolos begitu saja dari sudut mata. Hatinya pedih tak tertahankan setelah mendengar permintaan sang suami.


Embun segera menarik tangannya dari genggaman Lintang. Akankah kisah lama terulang kembali? Embunn pikir bahagia sudah seutuhnya menjadi miliknya. Namun, ternyata hanya singgah sesaat sebelum pergi dan meninggalkan luka.


"Dari dulu sudah kukatakan kalau aku ini tidak sempurna, tapi Mas tetap yakin ingin menikahiku dengan menjanjikan kebahagiaan. Sekarang apa? Mas ingkari itu." Dada Embun sesak mengingat setahun yang lalu betapa Lintang berusaha keras meyakinkan dirinya untuk menjadi pendamping hidup lelaki itu.


"Maafkan aku, Embun. Tidak ada sedikitpun niatku menyakitimu." Lintang tertunduk, tidak memiliki kekuatan menatap sepasang manik basah sang istri. Jujur hatinya juga terluka melihat orang yang sangat dicintainya terluka, terlebih dirinya penyebabnya.


"Tapi kamu sudah menyakitiku, Mas! Kamu sudah tahu segalanya tentang hidupku, bahkan seluruh hatiku sudah kuserahkan seutuhnya untukmu karena aku percaya kamu tidak akan menyakitiku seperti yang mantanku lakukan," ucap Embun disertai derai air mata yang mengalir deras. Embun menangis tersedu-sedu karena kenyataan pahit kembali datang.


"Embun … aku sangat mencintaimu. Aku tulus menerima kamu apa adanya, tapi aku terpaksa harus melakukan ini. Maafkan aku, Embun." Lintang meraih tangan Embun dan menggenggamnya, mata laki-laki itu berkaca-kaca.


"Kalau Mas mencintaiku kenapa Mas tega melakukan itu? Mas pasti tau aku akan terluka, tapi Mas tetap melakukannya!" Embun Menarik tangan dari genggaman Lintang, rasanya genggaman itu semakin meremukkan jantungnya.


"Maafkan aku, Embun. Maafkanlah aku." Suara Lintang bergetar sambil berusaha meraih tangan Embun. Namun, Embun menepisnya.


"Tolong mengertilah, Embun. Andai aku bukan anak tunggal keluarga Svarga, tentu aku tidak akan melakukan ini. Orang tuaku sangat menginginkan keturunan dari darah dagingnya sendiri, siapa lagi kalau bukan aku." Kali ini Lintang bersimpuh di kaki Embun.


"Baik, aku mengerti." Embun menyeka air mata dan menekan sesak di dada.


"Menikahlah dengan wanita yang bisa melahirkan keturunan untukmu dan ceraikan aku!" lanjut Embun datar. Kalimat itu bagai sebuah pedang yang menancap di jantung Lintang. Lelaki itu tidak ingin berpisah dari Embun apapun keadaannya.


"Tidak, Embun. Aku tidak akan menceraikan kamu, aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa kehilangan kamu."


"Apa Maksudmu, Mas? Mas ingin menikah lagi, tapi tidak mau menceraikan aku? Mas pikir aku mau berbagi dengan istri barumu?" Embun menatap Tajam Lintang yang masih bersimpuh.


"Tolong mengertilah Embun, aku tidak bisa kehilangan kamu. Aku janji akan berlaku adil."


"Aku tidak yakin Mas bisa menepati janji. Aku lelah jika harus tertipu lagi. Cukup dua lelaki saja sudah menghancurkan aku, Mas dan Eros. Aku memang tidak sempurna dan tidak pantas untuk lelaki manapun, seharusnya aku sadar diri sejak awal. Pergilah, biarkan aku sendiri." Setelah berkata demikian Embun segera berlari menuju kamar, tentu saja Lintang tidak tinggal Diam, lelaki itu mengejar lalu memeluk Embun.


"Lepaskan aku!" Embun memberontak. Lintang bergeming dan semakin mempererat pelukannya. Embun terus memberontak, meski tidak bisa terlepas, pelukan itu kini tidak lagi memberikan kenyamanan.


"Lepas!"


"Tidak, Embun. Aku mencintaimu!"

Lihat selengkapnya