Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #21

Bab 21 | Kemarahan Lintang

"Aku tidak bohong, Phiu. Mba Embun mengatakan aku manja, lembek dan membebaninya." Jasmine bercerita sembari meneteskan air mata. "Apa memang aku cuma jadi beban buat kalian, Mas? Kalau seperti itu kembalikan saja aku pada papa," Lanjut Jasmine.

"Jasmine, kau bicara apa? Aku tidak merasa terbebani, kalau memang seperti itu untuk apa aku menikahimu."

"Kau memang menikahiku, tapi kau tidak mencintaiku, Phiu. Aku tahu, kalau bukan permintaan mama Inggrid dan papa Yolan kau tidak akan pernah menikahiku!" Air mata Jasmine semakin deras, lelaki itu celingukan jika nanti ada yang memperhatikan mereka. "Jasmine, jangan seperti ini, ini tempat umum."

"Di sini memang aku yang salah, tidak seharusnya aku masuk ke dalam rumah tangga kalian karena sampai kapanpun aku tidak akan bisa menjadi bagian dari keluargamu! Tidak ada wanita yang rela dimadu, Phiu! Dari pada aku tersakiti karena posisi ini ada baiknya kita pisah saja." Jasmine mengabaikan perkataan Lintang.

"Jasmine jangan bicara yang tidak-tidak, kau sedang hamil. Aku tidak mungkin menceraikanmu."

"Jadi, maksud Phiu, kalau Mhiu tidak hamil Phiu akan ceraikan Mhiu?" Bola mata basah Jasmine menatap dalam Lintang meminta penjelasan.

"Bukan seperti itu maksudku." Lintang menarik tubuh Jasmine dan membawanya ke dalam pelukan.

"Aku ingin membesarkan anak kita bersama-sama, melihat mereka sukses, menyaksikan mereka menikah dan bermain dengan cucu-cucu kita suatu hari nanti," lanjut Lintang.

Air mata Jasmine seketika berhenti keluar mendengar penuturan sang suami bak angin segar, ia tersenyum senang karena dari kata-kata itu Lintang ingin menua dengannya.

"Apa itu artinya kau mencintaiku, Phiu?" Jasmine melepaskan pelukannya dan menatap mata Lintang.

"Ayo, kita cari hadiahnya, Mas temani kamu." Bukannya menjawab pertanyaan Jasmine, Lintang justru mengajak wanita itu mencari hadiah.

"Phiu …."

"Jasmine, sejujurnya Mas sangat suka memanggilmu dengan sebutan nama, tapi sayangnya kau tidak mau," sela Lintang sambil melangkah.

"Karena aku juga ingin panggilan spesial, Phiu!"

"Jasmine itu artinya melati, Mas suka memanggilmu dengan nama itu karena kau cantik seperti bunga melati. Untuk apa panggilan khusus yang lain, sedangkan namamu saja sudah cantik dan spesial."

"Benarkah? Mas tidak bohong?" Hati Jasmine berbunga-bunga, kata-kata Lintang terdengar seperti pujian untuknya.

"Tentu saja, Tidak."

"Baiklah, kalau seperti itu panggil aku Jasmine saja. Aku suka panggilan itu sekarang."Wanita itu bergelayut manja pada Lengan Lintang, tidak peduli pada mata yang memperhatikan seolah-olah dunia hanya milik berdua.

"Akhirnya," batin Lintang lega. Sudah beberapa hari ini ia memikirkan cara agar tidak harus menggunakan panggilan lebay yang Jasmine inginkan.

Lihat selengkapnya