Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #23

Bab 23 | Kabar Tidak Baik

"Ah, ya benar juga. Jangan asal menyentuh bayi, kita tidak tahu kuman apa yang menempel di tanganmu," imbuh bu Inggrid.

"Maaf." Embun menarik kembali tangannya. Jasmine tersenyum miring.

"Aku tidak mau terjadi apa-apa pada cucuku karena disentuh sembarang," ujar pak Wijaya datar.

"Harusnya kau bisa berpikir … ah! Aku lupa, sudahlah!" ucapan bu Inggrid menghujam jantung Embun, meski wanita paruh baya itu tidak mengatakan, tetapi Embun tahu apa maksudnya.

Embun melirik suaminya berharap lelaki tersebut membelanya, ia merasa asing ditengah-tengah keluarga itu. Namun, apa yang diharapkan Embun tidak terjadi. Lintang diam saja seolah berpihak pada mereka.

"Papa! Mama!" Lengkingan suara putri sulung Jenar dan Eros menyita perhatian orang di ruangan tersebut. Gadis cantik itu datang bersama pengasuhnya.

"Sayang," sambut Eros.

"Embun!" kata bu Inggrid sambil tersenyum, begitu juga dengan pak Yolan. Dia bahagia melihat sosok yang menggemaskan itu.

"Cucu Opa sudah datang." Pak Wijaya terkekeh.

"Hai, Cantik!" sapa Jasmine sambil melambaikan tangan pada keponakannya.

"Mana dedek bayinya, Pa?" ucapnya riang melewati orang-orang yang menyapa. Eros langsung menggendong putri sulungnya dan membawanya melihat adik bayi.

bobok?"

"Iya, Sayang."

"Dedeknya kenapa tidur, Pa?" tanyanya polos.

"Dedek bayi memang tidur terus sayang biar cepat besar," sahut Jasmine tiba-tiba.

"Kalau Embun tidur terus berarti Embun akan cepat besar juga, ya?"

"Iya, Sayang," jawab Jasmine singkat, ia tidak bisa meladeni celotehan keponakannya yang cerewet itu. Cukup lama Embun kecil terdiam, ia tampak memikirkan sesuatu.

"Apa Mama dan Papa tetap sayang Embun?" tanya gadis kecil itu seraya memandang orang tuanya secara bergantian, semua orang mengerti jika anak tersebut takut kasih sayang untuknya terbagi.

"Mama dan Papa tetap sayang sama Kakak, iya kan, Ma?" Eros melirik istrinya.

"Iya, Sayang. Embun, kan anak kesayangan Mama dan Papa," sahut Jenar.

"Tante, Opa dan Oma juga sayang Embun. Kami semua sangat menyayangi Embun," imbuh Jasmine.

"Iya, Sayang. Sini gendong Opa." Pak Wijaya mengambil alih cucunya dari gendongan Eros.

Lihat selengkapnya