Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #37

Bab 37 | Syukuran

Hari yang ditunggu pun tiba, selepas shalat Jum'at kediaman Lintang ramai oleh para tamu undangan. Acara syukuran itu diadakan di hari yang agung dan disambut suka cita oleh semua orang.

Jasmine memandang pantulan dirinya di cermin, nampak cantik dalam balutan gamis putih dan jilbab yang senada. Ia tersenyum sambil tangannya sesekali mengelus perut yang sudah agak membesar.

Terdengar suara langkah seseorang masuk ke dalam kamar, Jasmine pun menoleh. "Mas, Lintang."

Lelaki itu mendekat lalu memeluk Jasmine dari belakang. Pasangan tersebut melihat pantulan mereka di cermin sambi satul tangan Lintang mengusap perut sang istri.

"Kamu sangat cantik," puji Lintang. Jasmine hanya tersipu malu, pipinya memerah.

Jasmine menyayangkan disaat seperti itu Embun tidak melihatnya, padahal dia sangat ingin istri pertama suaminya menyaksikan kemesraan mereka. Dia sangat senang melihat Embun menderita, baginya penderitaan Embun adalah kebahagian.

"Ayo! Sebentar lagi acaranya dimulai," ajak Lintang. Jasmine menuruti perkataan sang suami, mereka segera keluar dari kamar.

"Bagaimana penampilanku, Mas? Apakah aneh? Terlihat norak?" ujar Jasmine, pasalnya dia sangat jarang bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali ia mengenakan gamis dan Jilbab. Wajar jika ibu hamil itu bertanya-tanya sebab dia ingin terlihat cantik di depan para tamu, terlebih acara itu memang untuknya.

"Cantik, tidak ada yang aneh. Kau sudah melihatnya di cermin tadi, kan?" Lintang berjalan di sisi Jasmine.

"Itu, kan di mataku dan matamu, Mas. Siapa tau kalau orang lain yang melihatnya aku jelek," ujar Jasmine tanpa menoleh ke arah sang suami, dia fokus memperhatikan jalan.

"Tidak, percaya sama, Mas. Kau sangat cantik, apa perlu aku bertanya pada semua tamu undangan?"

"Tidak mau! Malu."

"Makanya percaya sama, Mas."

Jasmine melihat kakak dan papanya sedang mengobrol, wanita itu mengajak sang suami menemui mereka. Lintang melayangkan pandangannya mencari sosok Embun. Namun, wanita yang dicarinya tidak terlihat. Padahal, sebentar lagi acara dimulai.

Lintang pun pamit pada Jasmine untuk menemui Embun yang kemungkinan masih berada di dalam kamar, dengan terpaksa wanita itu membiarkan suaminya pergi, dia pun menemui kakak dan papanya seorang diri.

"Suami kamu, mana?" Jenar celingukan mencari keberadaan adik iparnya.

"Mas Lintang tiba-tiba ingin buang air kecil," bohong Jasmine.

"Lintang mana?" tanya bu Inggrid yang tiba-tiba muncul sambil mendorong kursi roda suaminya.

"Mas Lintang tiba-tiba ingin buang air kecil,Ma, Pa," ulang Jasmine.

"Anak sama suami kamu mana?" tanya bu Inggrid kepada Jenar.

"Embun sama papanya, kalau si bayi sama bibi di rumah." Jenar mengedarkan pandangan mencari keberadaan suami dan anak sulungnya. Namun, ayah dan anak tersebut tidak terlihat.

"Kemana mereka?" batin Jasmine.

Lihat selengkapnya