Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #40

Bab 40 | Jasmine Berulah Lagi

"Terima kasih karena sudah mencintaiku."

"Kamu kenapa, Sayang." Tangan Eros terulur mengacak rambut Jenar. "Aneh sekali hari ini."

"Tidak, Mas. Aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku saja," sahutnya, "aku bersyukur pada Tuhan karena telah mengirimkan lelaki sebaik kamu untuk menemani di sisa umurku."

"Aku juga bersyukur memiliki istri sebaik kamu, kamu juga telah memberikan banyak kebahagiaan untukku. Terima kasih bidadariku."

Jenar tersanjung mendengar kalimat itu, bibirnya otomatis tertarik membentuk sebuah senyuman. Namun, tetap saja tidak bisa menyingkirkan rasa gelisahnya.

"Aku tidak sebaik yang kau kira, Mas," batin Jenar sedih. Merasa bersalah karena telah membohongi lelaki sebaik Eros selama ini.

"Mas …," ucap Jenar ragu-ragu.

"Iya, Sayang."

"Andai suatu hari nanti aku membuat kesalahan besar, apa Mas bisa memaafkanku?"

"Tergantung kesalahannya, bisa dimaafkan atau tidak," jawab Eros santai.

"Kesalahan yang tidak bisa dimaafkan yang seperti apa?"

"Salah satunya selingkuh," jawab Eros lagi. "Apalagi kalau sampai berzinah, lebih baik kita cerai saja jika itu sampai terjadi," lanjutnya yang membuat Jenar cemas.

"Andai terjadi di masa lalu?" tanya Jenar lagi masih mengorek-ngorek bagaimana reaksi suaminya.

"Itu tidak mungkin." Eros terkekeh, "kita berdua sudah mengatakan yang sejujurnya tentang diri masing-masing."

"Iya, juga, ya. Haha!" Jenar ikut tertawa menutupi kegundahan. Hatinya tidak puas karena tidak mendapatkan jawaban.

"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu, hem?" Eros kembali memandang wajah istrinya.

"Tidak, aku kemarin nonton film," sahut Jenar, "aku penasaran bagaimana reaksimu jika aku di posisi wanita itu," lanjutnya.

"Huh! Kenapa tidak mengatakan dari tadi kalau kau menceritakan film." Eros kembali mengacak rambut istrinya karena gemas.

*****

"Mas, aku ke toilet dulu, ya." Jasmine beranjak dari duduknya dan Lintang hanya mengangguk sebagai jawaban.

Jasmine mulai meninggalkan ruang tengah. Namun, bukannya ke toilet, wanita itu malah pergi ke dapur. Dia berjalan dengan mengendap-ngendap seperti pencuri agar tidak ketahuan Embun.

Jasmine memperhatikan punggung Embun yang bergerak lincah menggoyang teflon sambil menambahkan bumbu penyedap rasa. Entah apa yang direncanakan oleh wanita itu, yang jelas dia menunggu Embun lengah.

Lihat selengkapnya