Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #53

Bab 53 | Terungkap Sebuah Rahasia

Embun tetap bergeming sambil menahan rasa yang ditimbulkan akibat sentuhan lembut itu. Tidak bisa dipungkiri tubuhnya sangat mendamba sentuhan itu, tetapi hatinya tidak siap.

"Sampai kapan kau akan terus berpura-pura tidur, padahal tubuhmu sangat menginginkan aku," ujar Lintang lalu perlahan menyingkirkan selimut yang membalut tubuh sang istri

"Aku lelah, Mas. Mau tidur," sahut Embun menarik dan merapatkan selimutnya.

"Ayolah sayang …." Ucapan Lintang terhenti tatkala ponsel Embun di atas nakas memekik keras. Sang pemilik pun bangkit dan meraih benda pipih tersebut.

"Ganggu saja!" Gerutu Lintang dengan kesal. Lelaki itu mengusap wajah dengan frustasi karena dirinya sudah benar-benar diselimuti kabut napsu.

"Ada apa mama menelpon malam-malam seperti ini," batin Embun sambil menatap layar yang belum berhenti berdering itu.

"Siapa?" tanya Lintang dengan curiga, lantas Embun menunjukkan ponselnya pada sang suami dan berkata, "Mamamu!"

Setelah itu Embun menjawab panggilan yang sudah tiga kali berdering itu. "Assalamualaikum, Ma?"ucap Embun sopan. Dadanya berdebar, perasaannya tidak enak.

"Mana Lintang?" Tanpa menjawab salam Embun, Bu Inggrid langsung saja menanyakan keberadaan anaknya.

"A–ada, Ma," jawab Embun terbata. Perasaannya tidak enak.

Bu Inggrid menghela napas kasar di seberang sana, Embun dapat mendengar deru napas sang mertua.

"Embun, Mama mohon minta pengertiannya. Mama tahu Lintang juga suami kamu, tidak salah jika kamu selalu ingin dekat-dekat dengannya, tapi kamu jangan egois, dong.

Bukannya kamu tidak penting, tapi kamu harus tau kondisi," sergah Bu Inggrid yang membuat jantung Embun seperti diremas-remas.

"Aku memang tidak penting, Ma. Tunggu saja saatnya aku pergi dari kehidupan kalian," batin Embun sambil tersenyum getir. "Aku juga ingin bahagia, meski akhirnya aku harus sendiri. Aku hanya menunggu waktunya sambil mengikis perasaan yang masih tersisa," lanjutnya lalu menghela napas panjang.

"Embun, kau dengar?" tanya Bu Inggrid karena di seberang telpon sunyi.

"Iya, Ma. Embun dengar."

"Kalau begitu suruh Lintang pulang sekarang!" titah Bu Inggrid.

"Mas Lintang sendiri yang kemari, aku tidak pernah meminta," ucap Embun berusaha menjelaskan. Bu Inggrid geram mendengar hal itu.

"Apapun alasannya, Lintang tidak akan ada di sana kalau kau tidak menerimanya."

Lihat selengkapnya