Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #55

Bab 55 | Tak Lagi Sama

Makan malam tiba, Bu Inggrid mendorong kursi roda suaminya mendekati meja makan. Mereka melihat Jasmine menunggu sendirian di sana.

“Lho, Jasmine, Lintang mana? tanya Bu Inggrid sambil mengatur duduk suaminya.

“Mas Lintang di rumah Mba Embun,” sahut Jasmine santai.

“Ck! Anak itu, dasar keras kepala!” gerutu Bu Inggrid yang dapat terdengar jelas oleh Jasmine. Wanita hamil itu tersenyum tipis tanpa sepengetahuan mertuanya.

“Telepon saja, Ma, suruh pulang anak itu biar dia tau tanggung jawabnya,” usul Pak Yolan. Beliau geram dengan tingkah Lintang yang meninggalkan istri yang sedang hamil.

“Sebentar, Pa.” Bu Inggrid segera pergi dari ruang makan. Jasmine semakin senang, sedapat mungkin dia menahan bibir agar senyum jahatnya tidak lolos. Dia hanya memasang wajah polos.

“Apa Lintang sering seperti ini?” tanya Pak Yolan pada menantu kesayangannya.

“Ehm ….” Jasmine terlihat ragu-ragu untuk menjawab, padahal itu hanyalah sandiwara.

“Katakan saja, tidak perlu merasa sungkan. Kamu sudah Papa anggap seperti anak Papa sendiri,” kata Pak Yolan, “Papa tidak akan membiarkan siapapun mengganggu ketenangan kamu dan calon cucu Papa,” lanjutnya yang membuat Jasmine seperti diterpa angin segar.

“Se … sebenarnya iya, sih, Pa. Cukup sering, tapi Mama Inggrid selalu bisa mengatasi Mas Lintang,” Jasmine bercerita dengan hati-hati.

“Kurang ajar! Harusnya Lintang ceraikan saja wanita mandul itu,” batin Pak Yolan merasa kesal. “Sudah punya istri cantik dan bisa memberikan anak, kenapa juga masih mau mempertahankan wanita yang tidak berguna itu,” lanjutnya.

Sementara itu, di kediamannya, Embun dan Lintang juga bersiap akan makan malam. Mereka berjalan beriringan menuju meja makan.

“Aku sudah lama tidak makan masakanmu,” ujar Lintang sambil menarik kursi lalu duduk.”

“Aku beli tadi,” sahut Embun singkat. Lintang yang hendak mengambil makanan menarik kembali tangannya

“Kenapa beli?” Menatap ke arah Embun.

“Aku pingin saja, kalau aku mau bisa suruh Bi Mar masak,” jawab Embun sambil mendaratkan bokongnya di kursi.

Lintang hanya manggut-manggut menanggapinya. “Kenapa?” tanya Embun heran.

“Tidak,” sahutnya.

Embun pun mulai membubuhkan nasi dan lauk ke dalam piring lalu menyantap makanannya. Lintang hanya diam saja melihat apa yang sang istri lakukan.

Lihat selengkapnya