Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #58

Bab 58 | Mimpi Buruk

“Jasmine! Jasmine! Jasmine, bangun, sayang,” Lintang menepuk-nepuk pipi sang istri untuk membangunkannya dari mimpi buruk. Ibu hamil itu terbangun dan duduk. Napasnya terengah-engah.

“Kamu mengalami mimpi buruk,” kata Lintang lalu meraih gelas air putih di atas nakas dan memberikannya pada sang istri. Jasmine hanya meminum setengahnya.

“Mas …,” Jasmine seperti ingin menangis.

“Tenanglah itu hanya mimpi.” Lintang meraih tubuh Jasmine dan memeluk untuk menenangkannya.

“Aku masih merasa sedih, meskipun hanya mimpi, tapi semua terasa seperti nyata,” kata Jasmine.

“Kau bermimpi tentang apa?”

“A-aku bermimpi tentang Mba Embun, dia kecelakaan dan meninggal.” Suara Jasmine bergetar. “Aku menyaksikan bagaimana kondisinya yang mengenaskan, ada bagian tubuhnya yang terpisah dan itu sangat mengerikan. Darah yang berceceran itu masih jelas teringat dan semua terasa nyata,” lanjut Jasmine bercerita.

“Tenanglah, Mba-mu pasti baik-baik saja. Mimpi hanyalah bunga tidur.”

“Aku takut, Mas. Aku takut terjadi sesuatu pada Mba Embun.”

“Jasmine, dengarkan Mas, mimpi hanyalah bunga tidur. Tidak perlu dipikirkan.”

“Bagaimana aku tidak kepikiran, Mas ….”

“Percaya sama, Mas Jasmine. Biar besok Mas ke sana memastikannya.”

“Bukannya Mas besok mau ke luar kota?” tanya Jasmine mengingat sore tadi lelaki itu berkata demikian dan menitipkannya pada sang mertua.

“Ya, mampir sebentar.”

“Mas … bagaimana kalau besok aku main ke rumah Mba Embun. Sepertinya aku merindukannya makanya sampai mimpi seperti itu.”

“Bagaimana kalau lusa saja. Kita bisa menginap di sana.”

“Ah, sial” Jasmine mengumpat dalam hati.

“Memangnya kenapa kalau aku sendiri?”

“Kau tahu, kan? Mba-mu belum bisa menerimamu sepenuhnya, Mas justru takut terjadi sesuatu padamu. Mas tidak ingin kalian bertengkar, bagaimanapun kalian adalah istri-istri Mas.”

Jasmine terlihat cemberut, dia melepaskan diri dari pelukan Lintang. “Ini keinginan bayi kita, Mas,” gumamnya pelan.

“Jasmine ….”

“Bagaimana kalau aku ditemani Kak Jenar saja,” usul Jasmine, “aku sudah tidak sabar ingin melihat Mba Embun,” lanjutnya.

Lihat selengkapnya