Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #59

Bab 59 | Jasmine Pendarahan

“Lepaskan brengsek!” Pekik Jenar.

“Bila perlu kupatahakan saja tanganmu ini,” kata Embun sambil memelintir tangan Jenar semakin kuat. Wanita itu semakin menjerit, tangannya terasa seperti mau lepas.

“Wanita jahat sepertimu pantasnya dibuat cacat saja biar tidak bisa lagi melakukan kejahatan. Kau telah menghancurkan hidup seseorang dan berlagak seperti tidak memiliki dosa. Dan sekarang kau juga berlagak ingin menjadi pahlawan?” Tubuh Jenar menegang mendengar perkataan Embun.

“Apa maksudmu berkata seperti itu? Siapa yang kau maksud?” suara Jenar sedikit bergetar, Embun tahu wanita itu sedang ketakutan.

“Menurutmu siapa?”

“Mengapa bertanya padaku, mana aku tahu. Lepaskan!” Jenar memberontak, tetapi tak kunjung terlepas.

Obrolan Jenar dan teman lelakinya di parkiran waktu itu kembali terngiang-ngiang di ingatan dan membuat darah Embun mendidih. Dia jadi gelap mata dan memelintir tangan Jenar semakin keras membuat wanita itu menjerit histeris.

Melihat Jenar tersiksa Jasmine berdiri dan sekuat tenaga mendorong Embun. “Lepaskan Kak Jenar, brengsek!” maki Jasmine.

Embun masih tidak melepaskan Jenar. Rasanya dia sangat ingin mematahkan tangan wanita itu bahkan meremukkan tubuhnya agar sakit hatinya terbalas.

Jasmine terus berusaha melerai Embun dan kakaknya. Namun, naas dialah yang terdorong dan jatuh ke lantai.

“Aggh! Perutku sakit.” Jasmine meringis sambil memegangi perut.

“Jasmine!” teriak Embun melihat madunya terduduk di lantai. Dia segera melepaskan Jenar dengan cara mendorong wanita itu hingga tersungkur ke sofa. Ada darah yang mengalir dari tubuh Jasmine. Baik Jenar maupun Embun begitu panik.

Jenar segera menghampiri adiknya tanpa mempedulikan tangan yang masih terasa sakit. “Minggir kau!” Jenar mendorong Embun yang berjongkok di samping Jasmine.

“Sakit …,” rengek Jasmine.

“kita harus segera membawanya ke rumah sakit!” Suara Embun meninggi. Bisa-bisanya dalam keadaan darurat seperti itu Jenar masih mencari masalah.

“Jangan sentuh adikku, semua ini gara-gara kau!” kata Jenar sengit.

“Tidak ada waktu untuk berdebat atau kau ingin adikmu mati di sini!”

Tanpa basa-basi lagi dua wanita itu mengangkat tubuh Jasmine menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit.

“Jasmine, kau harus bertahan,” ucap Jenar yang duduk di kursi belakang menjaga adiknya. Embun menyetir dengan kecepatan tinggi, menyalip mobil-mobil yang menghalangi jalan mereka. Beruntung jalanan cukup lancar.

Lihat selengkapnya