Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #63

Bab 63 | Tamu Tak Diundang

Pagi ini Embun pergi ke kantor polisi untuk mengurus surat keterangan kehilangan. Dia harus cepat-cepat mengurusnya sebelum dirinya disibukkan dengan toko kue yang sebentar lagi akan beroperasi. Bukan tidak mungkin dia akan melupakannya lagi.

“Sudahi kebodohanmu, Embun!” gumam Embun pada dirinya. Dia kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor polisi.

“Selamat pagi, Pak. Saya ingin melaporkan kehilangan buku nikah saya dan meminta surat keterangan kehilangan,” kata Embun pada petugas SPKT (Sentra Kepelayanan Polisi Terpadu).

“Selamat pagi, Ibu. Tentu, bisa dijelaskan lebih lanjut? Buku nikahnya hilang di mana atau bagaimana ceritanya?” tanya sang polisi.

“Buku nikah saya hilang beberapa hari yang lalu dan saya sudah mencarinya di seluruh rumah, tetapi saya tidak menemukannya. Saya butuh surat keterangan kehilangan untuk mengurus duplikatnya di KUA.” Embun menjelaskan.

“Baik, Ibu. Saya akan bantu buatkan laporan kehilangan. Sebelumnya, bisa saya lihat identitas Ibu, seperti KTP atau kartu keluarga, untuk melengkapi dokumen?” pinta pak polisi.

“Oh, tentu. Ini KTP saya dan fotokopi kartu keluarga kami.” Embun mengeluarkan dokumen yang diperlukan dari dalam tas dan polisi menerimanya.

“Baik, Ibu. Saya akan mengisi laporan kehilangan sekarang. Sebelumnya, bolehkah Ibu memberitahukan beberapa informasi terkait buku nikah yang hilang? Seperti tanggal pernikahan atau nama lengkap suami-istri?”

Embun pun menjelaskan detail-detail informasi yang dibutuhkan oleh polisi

Terpaksa dia mengingat kembali ke belakang saat pernikahannya dengan Lintang dulu. Hatinya berdenyut-denyut, tetapi dia harus melakukannya.

“Baik, Ibu. Semua informasi sudah saya catat. Proses pembuatan surat keterangan kehilangan ini akan memerlukan waktu sekitar satu hingga dua hari untuk verifikasi dan pengesahan. Anda bisa kembali mengambilnya besok atau lusa,” kata pak polisi setelah mengalihkan pandangan dari laptop pada Embun.

“Terima kasih banyak, Pak. Saya akan datang kembali Lusa untuk mengambil surat keterangan kehilangan,” ucap Embun. Setelah itu dia meninggalkan kantor polisi. Hatinya merasa sedikit legah.

Setelah pulang dari kantor polisi, Embun pergi ke toko kue miliknya. Semalam dia sudah menghubungi para karyawan, berencana besok akan meresmikan dan buka kembali. Hari ini mereka akan melakukan persiapan.

Embun juga akan membuka lowongan baru untuk menggantikan karyawan yang tidak bisa kembali bekerja di tempatnya. Dia paham, mungkin saja mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang baru.

Sementara belum ada pengganti di posisi yang diperlukan, Embun akan turun tangan sendiri mengerjakannya. Dengan begitu dia bisa bisa melupakan sejenak masalah hidupnya dan perlahan-lahan kesedihannya akan terkikis.

Sementara itu di tempat lain, seorang wanita hamil sedang mondar-mandir di pinggir kolam dengan segala praduga yang semakin dipikirkan semakin membuatnya penasaran.

“Hem, bagaimana kabar wanita mandul itu, ya?” gumam Jasmine, “aku penasaran sekali,” lanjutnya.

“Apakah dia masih menangis? Aku yakin dia pasti menangis. Mendengar cerita Kak Jenar saja sudah dapat dipastikan.” Jasmine tersenyum menyeringai dengan hati yang bahagia.

“Aku yakin dia tidak akan bisa berhenti menangis, haha!” tambahnya sambil membayangkan wajah Embun yang bermandikan air mata.

Lihat selengkapnya