Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #68

Bab 68 | Di Bawah Langit Malam

Lintang berdiri di balkon kamar, memandangi gemerlap bintang di langit yang terlihat indah malam ini. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah membuat perasaannya tenang.

“Aku bersyukur sekali, akhirnya Embun sadar. Meskipun harus membiarkannya sendiri dulu saat ini, tapi itu bukanlah suatu hal yang buruk. Nanti juga aku akan bisa memeluknya seperti dulu. Lebih tepatnya memeluk kedua istriku.” gumam Lintang sembari mendongak, matanya tak lepas dari keindahan langit.

“Aku tidak harus kecewa dengan keputusannya, ini hanya sementara,” tambahnya merasakan sedikit kekecewaan. Kepalanya menunduk.

“Aku tahu, kau tidak sekejam itu. Kau hanya kecewa di awalnya saja. Aku tidak salah mempertahankanmu karena akhirnya hatimu luluh juga.” Bibir Lintang melengkung membentuk sebuah senyuman. Pandangannya lurus ke depan seolah Embun berada di sana. “Aku berhasil,” lanjutnya bangga.

“Kalau sudah begini, nanti aku tidak akan susah lagi membujuknya agar mau melakukan sidang.” Bibir itu tersenyum semakin lebar.

“Terima kasih, Tuhan. Sudah membukakan mata hati Embun,” ucapnya penuh syukur.

Lintang mulai membayangkan keluarga bahagia bersama istri-istri dan anak-anaknya suatu hari nanti. Menurutnya waktu itu sudah semakin dekat.

Istri-istrinya tidak saling berselisih lagi. Mereka mengasuh anak-anak secara bersamaan ataupun bergantian. Rumah tangganya akan sangat damai. Anak-anak akan tumbuh dengan bahagia dan penuh cinta diasuh oleh dua wanita hebat.

“Rumah tangga sakinah mawadah warahmah,” gumam Lintang. Bibirnya kembali tersenyum sembari merasakan ketidak sabaran.

“Mas …,” Sebuah suara lembut menyapa indra pendengaran disusul dengan belitan tangan di pinggang, membuyarkan lamunan Lintang. Lelaki itu sedikit terkejut dengan kehadiran istrinya.

“Ja-jasmine,” ucap Lintang terbata. Dia menoleh ke samping kanan di mana istrinya berdiri.

“Iya, ini aku. Siapa lagi kalau bukan aku?” kata Jasmine terdengar manja lalu menyandarkan kepala di bahu suami. “Sedang apa Mas di sini?” tambahnya.

“Mas sedang melihat bintang,” jawab Lintang sembari melirik ke arah langit. Mata Jasmine mengikuti lirikan sang suami.

“Oh, wow! Indah sekali langit malam ini,” kata Jasmine dan menegakkan kepala. Bintang-bintang itu seperti taburan berlian.

“Kau lihat bintang yang paling terang itu?” jari telunjuk Lintang mengarah ke kilauan yang paling terang.

“Ya,” sahut Jasmine singkat. Dia terhipnotis dengan keindahan itu.

“Seindah itulah dirimu,” kata Lintang lalu memandang wajah sang istri. Jasmine sontak menoleh ke arah suami, mata mereka bertemu. Hati Jasmine mendadak dipenuhi bunga-bunga. Bibirnya tertarik membentuk senyuman.

Lihat selengkapnya