Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #70

Bab 70 | Rencana Tujuh Bulanan

Di kediaman keluarga Svarga, saat ini mereka tengah menikmati sarapan pagi dengan khidmat. Dentingan piring beradu dengan sendok mengisi ruangan ditambah dengan obrolan ringan yang membuat hubungan kekeluargaan semakin erat.


“Lintang, kamu sudah punya rencana untuk syukuran tujuh bulanan istrimu?” tanya Bu Inggrid di sela-sela makannya.


Lintang mengangkat kepala dan menatap sang ibu. “Lintang belum kepikiran soal itu, Ma.”


“Kamu Ini memang tidak perhatian menjadi suami, jangan-jangan kamu tidak tahu berapa usia kandungan istrimu,” sahut Pak Yolan menyela ucapan Lintang.


“Kami saja sebagai calon kakek dan nenek selalu menghitung setiap bulannya,” tambah Bu Inggrid.


“Bukan seperti itu, Ma, Pa. Lintang sibuk berkerja, jadi terkadang tidak terpikirkan yang lain lagi. Yang penting bagiku istri dan anakku sehat dan selamat. Itu saja,” kata Lintang.


“Mas Lintang benar, Ma. Jasmine juga hanya berharap anak kami lahir dengan sehat dan s selamat tanpa kekurangan satu apapun,” imbuh Jasmine.


“lagipula Mas Lintang sudah sangat perhatian akhir-akhir ini, Ma, Pa,” lanjut Jasmine. Mengambil hati sang mertua dengan aktingnya. Padahal, dalam hati ia juga sebal dengan jawaban sang suami yang terkesan tidak peduli.


Pak Yolan dan Bu Inggrid sangat tersentuh dibuatnya. Perasaan bangga dan haru dirasakan pasangan paruh baya itu. Jasmine benar-benar menantu idaman, tidak menyesal mereka memaksa Lintang menikah dengan Jasmine.


“Kamu memang istri yang baik, Sayang,” kata Bu Inggrid, menatap Jasmine dengan hangat.


“Kamu sangat beruntung mempunyai istri seperti Jasmine, Lintang,” sahut Pak Yolan menatap putranya.


“Iya, Pa, Ma,” sahut Lintang singkat. Jasmine bersorak dalam hati melihat hal itu. Dia adalah menantu kesayangan keluarga Svarga.


“Tapi, kita tetap harus mengadakan acara tujuh bulanan. Itu adalah bentuk syukur kita kepada Tuhan karena sudah memberikan calon keturunan untuk keluarga kita,” lanjut Bu Inggrid.


“Papa setuju dengan Mama.”


“Kalau Mama dan papa mau seperti itu, atur saja. Aku dan Jasmine ikut saja karena kami tidak terlalu mengerti hal itu.”


“Iya, Ma. Jasmine setuju apa yang dikatakan Mas Lintang. Kami ikut Mama saja. Mama dan papa pasti ingin yang terbaik untuk kami.”


“Baiklah, Mama akan menyiapkan dan mengatur semuanya,” kata Bu Inggrid dengan semangat.


“Bagus, kalian memang anak yang berbakti,” ucap Bu Inggrid senang. Pak Yolan pun tersenyum melihat keramaian itu.


*****


Lihat selengkapnya