Madu yang Beracun

Dara Kirana
Chapter #80

Bab 80 | Permintaan Gila

Kabar itu pun sampai ke kediaman keluarga Svarga. Semua orang tidak menyangka, mereka masih sedikit belum percaya. Jenar wanita sebaik dan seanggun itu tega melakukan kejahatan itu.

Jasmine yakin Embun memfitnah kakaknya karena cemburu dirinya merebut Lintang dari wanita itu. Embun sengaja ingin menyakitinya lewat orang yang disayanginya.

Dia tidak terima, dadanya bergemuruh, kebenciannya terhadap Embun semakin membara.

“Ternyata kau … sialan!” maki Jasmine, napasnya memburu. Dia berdiri di depan cermin melihat pantulan dirinya dalam balutan amarah.

“Sayang …,” kata Lintang sambil berjalan mendekat ke arahnya.

Jasmine tidak menoleh, kemarahan dalam dadanya begitu besar sehingga telinganya seolah tuli.

“Kamu kenapa, hem?” ucap Lintang sambil memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Lintang dapat melihat kobaran api itu dalam sorot mata sang istri.

“Menurut Mas aku kenapa?” ketus Jasmine, baginya pertanyaan itu basi baginya.

“Kamu marah?” ucap Lintang hati-hati.

“Ya, aku marah!” sambar Jasmine cepat, lalu melepaskan belitan tangam sang suami. Lelaki itu mengerutkan kening, heran.

“Sayang … tenang, ya.”

“Mas, bagaimana aku bisa tenang, Mbak Embun membuat kak Jenar ditangkap polisi! Tega sekali dia melakukan itu, dia memfitnah kakakku!” cerocos Jasmine meledak-ledak.

“Kalau Mbak Embun mau membalasku, langsung saja padaku, bukan kakakku!” Dadanya naik turun. “Sekarang lihat akibatnya? Papa masuk rumah sakit!”

“Sayang … Jasmine ….”

“Apa setelah ini Mas mau aku juga yang masuk rumah sakit, ha?” sela Jasmine, dia menumpahkan amarahnya pada sang suami.

“Tidak, sayang … Mas tidak akan biarkan itu terjadi.” Lintang langsung memeluk Jasmine.

“Kalau seperti itu lakukan sesuatu biar Kak Jenar bebas.”

“Sayang … Mas bisa ap ….”

“Mas!” Jasmine melepaskan pelukan Lintang dengan kasar. Mata itu menatap nanar.

“Seharusnya Mas tahu apa yang harus mas lakukan!”

“Sayang, tenang dulu, ya, kasihan dede.” Lintang mengusap perut Jasmine.

“Aku tidak akan tenang sebelum Kak Jenar bebas!” kata Jasmine tegas. “Minta Mba Embun mencabut laporannya!” lanjutnya.

“Sayang, bagaimana mungkin ….”

“Pokoknya Mas harus melakukanya! Kalau tidak aku sama dede akan pergi!” Ancam Jasmine. “Semakin terlihat, Mas tidak menyayangi kami, Mas tidak menginginkan aku dan anak ini,” tambah Jasmine, mendramatis keadaan. Matanya berkaca-kaca.

“Sayang ….”

“Jangan sentuh aku,” ketus Jasmine ketika lelaki itu ingin memeluknya kembali. Dia berlari menuju balkon, berdiri di tepi seolah ingin melompat.

“Sayang, jangan gila! Tenang dulu.” Lintang menahan tubuh wanita itu.

“Tidak! Aku mau mati saja biar Mas tenang!”

Lihat selengkapnya