Setelah penelitiannya selesai baik secara praktik dan pembuatan laporan serta telah disahkan oleh kedua pembimbingnya, Agus kemudian disarankan untuk segera mengajukan ujian TA atau skripsi supaya nanti bisa cepat mencapai wisuda dalam rangka menghindari penalty alias di DO. Agus kemudian mencoba bergerak cepat mengajukan ujian skripsi di bagian jurusan, akhirnya Agus mendapatkan jadwal untuk ujian skripsi. Agus kemudian melanjutkan tahap penjilidan skripsi di ruko fotocopy. Skripsi yang dibuat Agus dilalui dengan susah payah, perjuangan dan do'a- do'a yang memotivasi. Dikatakan susah payah karena pengambilan datanya diambil tiap hari dengan 3 kali pengambilan dengan waktu yang berbeda yaitu pagi, siang dan sore.
Skripsi harus dibuat sekitar 7 jilid untuk dikumpulkan di perpustakaan fakultas dan universitas serta beberapa untuk dosen penguji dan dosen pembimbing sebagai salah satu syarat ujian skripsi. Skripsi di jurusan Agus semua seragam memakai cover warna hijau mungkin melambangkan jurusan Agus Astrobiologi yang mempelajari tentang kehidupan. Akhirnya Agus berhasil membuat skripsi yang dulu ditakuti karena terbayang kesulitan untuk membuatnya.
Agus pergi ke tempat photocopy "Anugerah" dekat dengan Perumda di depan Kampus Politek dengan memesan supaya skripsinya dijilid dengan softcover, karena aturan terbaru harus dijilid softcover tidak seperti skripsi tahun sebelumnya dengan hardcover. Di tempat photocopy sudah banyak tumpukan skripsi-skripsi yang siap untuk dijilid. Agus sudah menyiapkan dana untuk skripsi sampai dengan ujiannya karena sudah meminta kepada orang tuanya. Akhirnya Agus dijanjikan besok bisa diambil karena banyak antrian untuk menjilid dan untuk menyiapkan covernya.
Teman-teman satu angkatan Agus yang ternyata selalu mendukung Agus meskipun banyak dari mereka yang telah menyiapkan wisuda. Terbukti ketika Agus ketika bertemu di tangga menuju Laboratorium lantai 3 salah satu temannya menawarkan bantuan untuk menyiapkan perlengkapan ubo rampe untuk ujian skripsi.
"Ada yang bisa kita bantu, Gus," kata Maria teman Agus satu angkatan. Agus menjadi salah tingkah karena tak terbayang teman-temannya masih peduli dengannya. Setelah didesak oleh teman-temannya akhirnya Agus minta tolong untuk disiapkan perlengkapan pada waktu ujian skripsi. Dari peristiwa ini Agus juga belajar janganlah segan untuk meminta tolong apabila memang tidak mampu untuk melakukannya sendiri karena kita ini juga membutuhkan orang lain. Agus memang sempat tidak PD untuk bergabung dengan teman-temannya satu angkatan karena tertinggal dengan teman-temannya yang sudah skripsi dan mau diwisuda.